Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Wakil Ketua MPR Mendukung Kebijakan WFH

Mistar.idSenin, 23 Maret 2026 14.09
EH
wakil_ketua_mpr_mendukung_kebijakan_wfh

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno. (Foto: Aktualitas)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyatakan dukungannya terhadap kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) setelah Lebaran.

Menurut dia, langkah itu dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah kenaikan harga minyak dunia.

“Tentu kebijakan ini menghemat konsumsi BBM secara nasional karena berkurangnya mobilitas masyarakat, khususnya pekerja,” kata Eddy, dilansir dari Antara, Senin (23/3/2026).

Eddy menilai penghematan BBM bisa semakin besar jika kebijakan serupa juga diterapkan di lingkungan sekolah. Dengan begitu, pergerakan masyarakat dinilai akan semakin menurun.

Meski mendukung, ia mengingatkan pemerintah agar kebijakan tersebut tidak sampai memperlambat laju perekonomian. Ia menekankan sektor industri dan manufaktur perlu tetap berjalan agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.

“Roda perekonomian jangan sampai melambat, khususnya sektor industri dan manufaktur yang perlu tetap beroperasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026), telah mendorong langkah penghematan BBM, termasuk dengan mempertimbangkan skema kerja dari rumah sebagai respons terhadap dampak krisis global.

Sehari setelahnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan WFH akan mulai diberlakukan setelah Lebaran. Kebijakan ini ditujukan sebagai salah satu cara menghemat energi di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Airlangga mengatakan aturan tersebut akan berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan juga dianjurkan bagi kalangan swasta. Ia menjelaskan, pelaksanaannya hanya satu hari dalam sepekan.

Ia juga menyebut pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Dalam Negeri agar penerapan kebijakan itu dapat berjalan efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan WFH sehari dalam seminggu dinilai bisa memberi efisiensi energi, terutama dari sisi penggunaan BBM.

Menurutnya, pembatasan hanya satu hari dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas. Purbaya menambahkan, jika WFH diterapkan pada Jumat, maka masyarakat bisa menikmati akhir pekan yang lebih panjang, yakni Jumat hingga Minggu.

Skema itu dinilai tidak hanya berpotensi menghemat energi, tetapi juga dapat mendorong aktivitas rumah tangga dan memberi dampak positif meski kecil bagi sektor pariwisata. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN