27.2 C
New York
Tuesday, June 18, 2024

Terkini 44 Korban Meninggal Akibat Banjir Lahar di Sumbar

Padang, MISTAR.ID

Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terjadi penambahan jumlah korban tewas dampak banjir lahar dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, korban meninggal yang telah berhasil dievakuasi sebanyak 44 korban. Ada penambahan dari data sebelumnya, pasca tim pencarian gabungan mendapati 1 orang jasad warga di daerah Kabupaten Agam.

“Kami mendapat pesan singkat dari Agam jika ditemukan kembali 1 korban dalam keadaan meninggal. Itu masih dalam tahap identifikasi, nanti akan kita update usai tim mengakhiri pencarian hari ini,” paparnya melalui konferensi pers secara daring, pada Senin (13/5/24).

Baca juga:Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru di Lumajang, Memutus 5 Jembatan

Disampaikan Agam, 1 korban jiwa itu tidak termasuk dalam data 3 orang hilang di Kabupaten Agam, yang saat ini masih dalam proses pencarian. Sesuai data yang diterima BNPB, jumlah korban hilang hingga kini masih 15 orang. Sebanyak 12 di Kabupaten Tanah Datar dan 3 orang di Kabupaten Agam.

Sebelumnya, banjir bandang dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah Sumbar, pada Sabtu (11/5/24) dan Minggu (12/5/24). Bencana ini diakibatkan hujan deras dan melubernya aliran sungai yang sebagian besar berhulu di Gunung Marapi.

Banjir diperparah dengan terbawanya material vulkanik dari Gunung Marapi lewat sungai akibat hujan deras di sekitar puncak. “Hujan yang tinggi di sekeliling puncak membawa turun material vulkanis dan menjadi lahar dingin,” jelas Abdul.

Baca juga:Banjir Lahar Dingin dari Gunung Marapi Sebabkan Jalan Lintas Putus Total

Sesuai data BNPB, sebanyak 1.159 warga di Kabupaten Agam terpaksa mengungsi efek musibah tersebut. Didapati 2.039 warga di Kabupaten Tanah Datar yang mengungsi. (kcm/hm16)

Related Articles

Latest Articles