Syahganda Nainggolan, Aktivis yang Kini Jadi Kepala Bakom RI

Pabowo melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI. Syahganda, aktivis yang sebelumnya dikenal kritis terhadap pemerintah. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani)
Jakarta, MISTAR.ID - Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Syahganda menggantikan Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bakom.
Pelantikan Syahganda berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga melantik Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom RI.
Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prabowo kemudian memandu pembacaan sumpah jabatan yang diikuti Syahganda dan Fadli.
Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Bakom, Syahganda dikenal sebagai aktivis dan akademisi. Ia tercatat aktif dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Pada Oktober 2020, Syahganda ditangkap dan kemudian diproses dalam perkara terkait penyebaran informasi mengenai demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja. Pengadilan Negeri Depok pada April 2021 menjatuhkan hukuman 10 bulan penjara kepada Syahganda karena dinyatakan bersalah melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.
Syahganda juga dikenal aktif sebagai aktivis sejak masa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada era 1980-an. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia.
Dalam bidang politik, Syahganda pernah terlibat dalam pembentukan organisasi Daulat Rakyat yang kemudian berkembang menjadi partai politik. Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR melalui Partai Merdeka pada Pemilu 2004 dan melalui Partai Golkar pada Pemilu 2009, namun tidak terpilih.
Pada 2010, Syahganda bersama sejumlah rekannya mendirikan Sabang Merauke Circle, lembaga kajian publik.
Pada 25 Januari 2025, Syahganda turut mendirikan GREAT Institute. Berdasarkan laman resmi lembaga tersebut, GREAT Institute bergerak dalam kajian ekonomi dan politik serta memiliki fokus pada ketahanan pangan dan energi, demokrasi dan HAM, hilirisasi dan industrialisasi, serta geopolitik. Lembaga itu menyatakan pandangan bahwa visi kerakyatan Presiden Prabowo sejalan dengan misi mereka.
Dengan pelantikan tersebut, Syahganda kini memimpin Bakom RI yang bertugas mengoordinasikan komunikasi pemerintah terkait kebijakan dan program strategis pemerintah. (hm25/cnn Indonesia)
















































