Thursday, October 15, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Serangan Siber Makin Ganas, Indonesia Ajak ASEAN Bentuk Perisai Digital

Mistar.idKamis, 15 Oktober 2026 pukul 17.56 WIB
serangan_siber_makin_ganas_indonesia_ajak_asean_bentuk_perisai_digital_

Visual perisai hologram biru raksasa melindungi peta ASEAN dari serangan siber. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)

Jakarta, MISTAR.ID (15/10/2026) — Pemerintah Indonesia mendorong penguatan ketahanan siber di kawasan ASEAN dalam forum 11th ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity (AMCC) yang diselenggarakan dalam rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026.

Dalam pertemuan yang digelar di Singapura, Rabu (14/10/2026) tersebut, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya membangun ketahanan siber kolektif ASEAN.

"Ketahanan siber dimaksud dilandasi dengan kepercayaan, transparansi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta penguatan kerja sama yang inklusif dan berorientasi pada hasil nyata," ucap Nugroho, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Oleh karena itu, Kepala BSSN menyatakan Indonesia akan terus mendorong peningkatan kerja sama operasional antar Tim Tanggap Darurat Keamanan Siber (CERT) nasional, penguatan pelindungan infrastruktur kritis, pengembangan kapasitas dalam menghadapi ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI), serta pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam mempersiapkan transisi menuju kriptografi pascakuantum.

Melalui dialog bersama negara-negara mitra ASEAN, Indonesia juga menegaskan pentingnya memperluas kemitraan internasional, termasuk dengan industri teknologi dan akademisi, untuk memperkuat kemampuan kawasan dalam mengantisipasi dan merespons ancaman siber yang terus berkembang.

Partisipasi BSSN dalam AMCC ke-11 menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam memperkuat kerja sama keamanan siber ASEAN dengan menjunjung prinsip ASEAN Centrality, guna mewujudkan kawasan digital yang aman, tangguh, tepercaya, dan inklusif.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipimpin oleh Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo serta dihadiri oleh para menteri dan pejabat tinggi yang membidangi keamanan siber dari negara-negara anggota ASEAN.

Selain itu, hadir pula perwakilan Sekretariat ASEAN (ASEAN Secretariat) serta perwakilan tingkat tinggi negara-negara Mitra Dialog ASEAN (ASEAN Dialogue Partners) dalam sesi khusus untuk memperkuat kerja sama keamanan siber regional dan internasional.

AMCC ke-11 menjadi momentum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks dan melampaui batas negara.

Sejumlah isu utama yang mengemuka meliputi ancaman siber berbasis AI, ransomware, penipuan daring, pelindungan infrastruktur informasi vital (IIV), serta kesiapan menghadapi perkembangan komputasi kuantum melalui migrasi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC).

Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN juga menyambut ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy 2026-2030 sebagai arah strategis penguatan kerja sama keamanan siber kawasan, termasuk peningkatan pertukaran informasi ancaman siber, pengembangan kapasitas, dan penguatan operasional ASEAN Regional CERT.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN