Jembatan Pulau Laut Kalsel Rp1,09 Triliun Dikebut Waskita, Progres Tembus 18,4 Persen

Proyek Jembatan Pulau Laut Kabupaten Tanah Bumbu di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). (Foto: Antara/HO-WSKT)
Jakarta, MISTAR.ID (15/10/2026) — PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengumumkan telah memulai pembangunan Jembatan Pulau Laut di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Progres konstruksi telah mencapai 18,4 persen.
Corporate Secretary Waskita Karya, Steven Subiantoro, mengatakan progres proyek senilai Rp1,09 triliun tersebut lebih cepat dari rencana awal yang hanya 12 persen.
"Waskita Karya berkomitmen merampungkan jembatan secara tepat waktu dan sesuai standar mutu. Upaya terbaik akan kami kerahkan, karena masyarakat sudah lama mengharapkan infrastruktur ini," ujar Steven dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Steven mengatakan keamanan proses konstruksi di lapangan menjadi perhatian utama. Pihaknya memastikan sekitar 330 pekerja yang terlibat selalu menerapkan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Ia melanjutkan, proyek yang dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) antara PTPP-Waskita-BBA tersebut memiliki lima manfaat utama, di antaranya mengatasi keterbatasan aksesibilitas Pulau Laut yang berhadapan dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dengan daratan utama di Pulau Kalimantan.
Selain itu, proyek ini juga meningkatkan efisiensi logistik penyeberangan yang sebelumnya berkapasitas terbatas.
"Kami meyakini, keberadaan Jembatan Pulau Laut Kabupaten Tanah Bumbu akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pantai timur Kalimantan Selatan, termasuk mendukung agenda nasional seperti hilirisasi industri serta pemerataan wilayah," ujar Steven.
Steven melanjutkan, manfaat lain dari jembatan sepanjang 1.047 meter tersebut yaitu mempercepat sekaligus menghubungkan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih dan KEK Setangga dengan Kawasan Industri Batulicin.
Seiring dengan itu, perseroan berharap dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, khususnya bagi tenaga kerja lokal.
Ia meyakini semakin banyak proyek konektivitas terbangun, semakin cepat pula pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia dapat tercapai.
"Dengan semangat itu, ke depannya Waskita Karya siap terlibat lebih banyak dalam pengerjaan infrastruktur di berbagai daerah di Tanah Air, demi mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Steven.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin juga sempat meninjau langsung ke lokasi konstruksi Jembatan Pulau Laut di Tanjung Serdang-Batulicin dan memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.(Antara/hm02)




















































