Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Sempat Mangkrak 12 Tahun, Jembatan Raksasa China-Korea Utara Resmi Dibuka Besok

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 17.22 WIB
sempat_mangkrak_12_tahun_jembatan_raksasa_chinakorea_utara_resmi_dibuka_besok_

Jembatan Sungai Amnok Korea-Tiongkok adalah sebuah jembatan jalan raya yang melintasi Sungai Yalu antara Dandong, Provinsi Liaoning, tiongkok, dan Sinuiju, Korea Utara. Jembatan kabel pancang tersebut memiliki panjang 3 kilometer (1,9 mi). (Foto: Wikipedia)

Jakarta, MISTAR.ID (14/10/2026) — Jembatan baru yang menghubungkan China dengan Korea Utara (Korut) akan dibuka pada Kamis (15/10/2026).

Media pemerintah China, CCTV, melaporkan Jembatan Sungai Yalu yang baru dapat dilintasi mulai Kamis setelah konstruksinya rampung 12 tahun lalu.

Jembatan tersebut menghubungkan Sinuiju di Korea Utara dengan kota perbatasan di timur laut China, Dandong. Jembatan sepanjang 3.026 meter itu memiliki struktur empat lajur.

Jembatan Sungai Yalu yang baru dibangun sejak 2011 dan selesai pada 2014. Namun, pembukaannya terus tertunda akibat beragam persoalan, mulai dari kurangnya jalan penghubung hingga fasilitas bea cukai di sisi Korea Utara.

China merupakan mitra dagang terbesar Korea Utara sekaligus sumber vital dukungan diplomatik, ekonomi, dan politik bagi negara terisolasi tersebut.

Jembatan ini dimaksudkan sebagai pengganti Jembatan Persahabatan Sino-Korea yang telah berusia puluhan tahun. Jembatan yang juga berdiri di atas Sungai Yalu tersebut dahulu sering dilintasi kereta, tetapi kapasitasnya terbatas.

"Selama ini, pertukaran di Jembatan Sungai Yalu skalanya relatif terbatas, tetapi begitu jembatan baru ini dibuka, ratusan kendaraan dapat melintasinya setiap hari," kata peneliti asal Korea Utara, Ahn Chan Il, kepada AFP, Rabu (14/10/2026).

"Jembatan ini bisa menjadi jalur transportasi bagi barang dan sumber daya melimpah China, serta bisa memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian Korea Utara," tambahnya.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan kepada AFP bahwa Seoul memantau dengan cermat situasi terkait pembukaan jembatan tersebut.

Pembukaan Jembatan Sungai Yalu baru ini terjadi lebih dari sebulan setelah Pyongyang membuka jembatan pertamanya yang menghubungkan Korut dengan Rusia. Korut membanggakan langkah tersebut sebagai tanda makin eratnya hubungan kedua negara.

Perdagangan antara Korea Utara dan Rusia sebagian besar mencakup pasokan militer, sementara perdagangan dengan China mencakup barang-barang yang paling dibutuhkan Pyongyang untuk mengembangkan ekonomi sipilnya, menurut para analis.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN