Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

12 Tewas Akibat Rudal Houthi di Bandara King Khalid, Singapura Tunda Keberangkatan Umrah

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 17.06 WIB
12_tewas_akibat_rudal_houthi_di_bandara_king_khalid_singapura_tunda_keberangkatan_umrah_

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan lebih lanjut di bandara Riyadh, sementara jumlah korban tewas pada hari Sabtu meningkat menjadi 13 orang.(Foto: euronews.com)

Jakarta, MISTAR.ID (14/10/2026) - Singapura meminta warganya yang berencana melaksanakan ibadah umrah ke Arab Saudi untuk menunda perjalanan di tengah rentetan serangan ke bandara di negara kerajaan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Melalui pernyataan pada Rabu (14/10/2026), Dewan Urusan Agama Islam Singapura (MUIS) meminta warga Singapura memperhatikan nasihat perjalanan yang telah dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (MFA) sehari sebelumnya.

Anjuran perjalanan dari Kemlu Singapura tersebut berisi imbauan kepada seluruh warga Singapura untuk menunda segala jenis perjalanan ke Arab Saudi menyusul rentetan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang terjadi.

"Kami menyadari bahwa para calon jemaah pasti menghadapi dampak keuangan di luar kendali dan kesalahan masing-masing, maka (kami) mendesak para operator perjalanan untuk menangani kasus-kasus ini dengan baik, adil, dan pengertian," bunyi pernyataan MUIS seperti dikutip The Straits Times.

MUIS juga telah berkomunikasi dengan sejumlah agen perjalanan agar mempermudah jemaah menunda dan menjadwalkan ulang perjalanan mereka ke Arab Saudi.

Lembaga itu menyatakan akan terus memantau situasi secara ketat dan berkoordinasi dengan lembaga pemerintah lainnya terkait perkembangan situasi di Timur Tengah.

"Kami menghargai kesabaran dan pengertian dari komunitas Muslim, dan mendorong para jemaah dan keluarga untuk tetap menaati imbauan dan nasihat dari pihak berwenang di saat situasi terus berubah ini," kata MUIS.

Nasihat perjalanan tersebut dikeluarkan menyusul rentetan serangan yang diduga dilakukan milisi Houthi Yaman yang terus meningkat ke Arab Saudi. Serangan itu belakangan menyasar fasilitas publik, termasuk sejumlah bandara, terutama bandara di ibu kota Riyadh.

Sejumlah jemaah umrah bahkan turut menjadi korban dalam serangan yang diduga dilancarkan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang lainnya.

Korban tewas terdiri atas empat warga negara Arab Saudi, dua warga negara Bangladesh, serta masing-masing satu warga negara Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.

Menurut Inside the Haramain, akun yang melaporkan perkembangan di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, jemaah dan pengunjung kedua masjid suci itu termasuk di antara korban serangan.

Dua dokter juga mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah jemaah yang hendak beribadah ke Makkah terluka saat menunggu giliran naik pesawat di bandara tersebut.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN