Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi dan Gibran Asli, Siap Tulis Buku Koreksi Penelitian

Mistar.idJumat, 13 Maret 2026 15.17
journalist-avatar-top
rismon_sianipar_akui_ijazah_jokowi_dan_gibran_asli_siap_tulis_buku_koreksi_penelitian

Rismon Sianipar (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Peneliti sekaligus ahli forensik digital, Rismon Sianipar, menyatakan bahwa ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah dokumen asli. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia melakukan kajian lanjutan terkait polemik yang sempat muncul mengenai keaslian ijazah keduanya.

Rismon menyampaikan hal itu setelah bertemu langsung dengan Gibran di Istana Wakil Presiden. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan dan kajian sebelumnya yang memicu kontroversi.

Menurut Rismon, penelitian terbaru yang dilakukan dalam tiga bulan terakhir menunjukkan adanya sejumlah elemen keamanan pada dokumen ijazah yang mendukung keasliannya. Ia menyebutkan keberadaan watermark, emboss, serta fitur lain yang konsisten dengan dokumen pembanding.

“Saya menemukan beberapa indikator penting, seperti emboss di bagian pojok kiri bawah dan watermark yang konsisten dengan dokumen pembanding yang diunggah oleh Dian Sandi Utama,” kata Rismon.

Hasil Kajian Forensik Digital

Dalam analisis terbarunya, Rismon menjelaskan bahwa jejak stempel pada dokumen dapat diidentifikasi melalui pendekatan rekonstruksi visual. Metode tersebut melibatkan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya, serta jenis lensa kamera yang digunakan saat pengambilan gambar.

Dengan pendekatan tersebut, ia mengklaim mampu menemukan indikasi fitur dokumen yang sebelumnya tidak terlihat pada foto ijazah yang beredar di publik.

Rismon juga menyampaikan bahwa kesimpulan tersebut berbeda dengan analisis awal yang ia tuangkan dalam dua bukunya yang sempat menjadi sorotan, yakni Jokowi's White Paper dan Gibran End Game.

Siapkan Buku Koreksi

Sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah, Rismon menyatakan akan menulis buku baru yang berisi koreksi atas penelitian sebelumnya. Buku tersebut disebut akan menjadi antitesis dari dua karya sebelumnya.

Ia memperkirakan proses penulisan buku tersebut akan memakan waktu sekitar enam bulan. Rencananya, penulisan akan dilakukan di kampung halamannya di Balige sebelum dipublikasikan pada tahun ini.

“Saya menyampaikan kepada Mas Wapres bahwa saya akan menuliskan koreksi terhadap penelitian saya yang sebelumnya belum lengkap,” ujarnya.

Permohonan Maaf kepada Jokowi

Sebelumnya, Rismon juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo terkait polemik tersebut. Jokowi dikabarkan telah menerima permintaan maaf itu.

Meski demikian, Jokowi menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum yang mungkin muncul kepada tim kuasa hukumnya serta pihak kepolisian.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN