Polisi Perlihatkan Foto Wajah Penyiram Air Keras terhadap Andrie Yunus, Asli dari CCTV Bukan Buatan AI

Polisi perlihatkan foto wajah pelaku penyiram air keras terhadap Andrie Yunus. (foto: tangkapan layar Youtube/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Polisi telah berhasil mendapatkan wajah dua dari empat terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, menegaskan foto yang dirilis murni diambil dari CCTV dan bukan hasil rekayasa atau artificial intelligence (AI).
“Ini hasil dari pengambilan gambar terhadap CCTV yang sudah kami peroleh. Kami tekankan, sama sekali tidak dilakukan perubahan ataupun pengolahan sehingga kami dapat pertanggungjawabkan bahwa ini bukan hasil artificial intelligence (AI),” kata Iman saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Dari hasil penelusuran CCTV, polisi menduga pelaku lebih dari empat orang. “Namun demikian, dari hasil penyelidikan tidak menutup kemungkinan juga pelaku ada lebih dari empat sebagaimana disebutkan sebelumnya,” tutur Iman.
Identitas terduga pelaku Polisi mengungkap identitas dua orang yang wajahnya terekam kamera pengawas. “Kami menduga bahwa dua orang yang kami tunjukkan dari satu data Polri inisial BHC dan inisial MAK,” ujarnya.
Foto kedua pelaku ditampilkan tanpa ada pengolahan tambahan sehingga tampak jelas dan dapat diverifikasi.
Keterlibatan empat oknum prajurit TNI
Sementara itu, empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut terlibat dalam aksi tersebut. Danpuspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menyatakan bahwa keempat tersangka sudah diterima dan ditahan di Pomdam Jaya.
“Tadi pagi saya menerima, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” kata Yusri.
Motif dan peran masing-masing pelaku masih didalami pihak TNI. Adapun terkait apakah kedua pelaku yang wajahnya telah dirilis oleh kepolisian merupakan anggota TNI atau bukan, pihak kepolisian belum mau memberikan keterangan.
Diketahui, peristiwa terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di wilayah Senen, Jakarta Pusat, setelah Andrie Yunus selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta.
Korban mengalami luka bakar pada mata, wajah, dada, dan tangan, sekitar 24 persen tubuhnya menurut diagnosis awal tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Saat ini, Andrie menjalani perawatan intensif.
Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyampaikan bahwa kondisi Andrie kini stabil secara medis, tetapi proses hukum terhadap para pelaku terus berjalan.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















