Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Polisi dan TNI Berbeda Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 pukul 21.01 WIB
polisi_dan_tni_berbeda_inisial_pelaku_penyiraman_air_keras_terhadap_andrie_yunus

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mabes TNI Mayjen Yusri Nuryanto saat konferensi pers terkait penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras Andrie Yunus di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026). (foto: Kompas)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Polda Metro Jaya mengungkapkan inisial dua terduga pelaku penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Menurut polisi, dua orang berinisial BHC dan MAK, menjadi eksekutor atau yang menyiram air keras ke tubuh Andrie.

“Kami menduga bahwa dua orang yang kami tunjukkan dari satu data Polri, inisial BHC, MAK,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin saat konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).

Inisial tersebut berbeda dengan empat inisial terduga pelaku yang ditahan Tentara Nasional Indonesia atau TNI. Namun, Iman tak menjawab secara gamblang ketika ditanya apakah dua orang tersebut sudah ditangkap. Begitu pula ketika ditanya apakah terduga pelaku yang disebut polisi itu berbeda dengan yang ditahan TNI, Iman tak menjawab.

Pada Rabu siang, TNI menyebut empat inisial prajurit yang diduga terlibat sebagai pelaku penyerangan itu. Empat prajurit itu telah ditahan di Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam Jaya) sejak Rabu pagi.

"Tadi pagi saya telah menerima orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus," kata Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto saat jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, pada Rabu siang.

Keempat prajurit yang ditahan itu berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Mereka merupakan anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI dari matra udara dan laut.

TNI, kata Yusri, masih harus melakukan pendalaman mengenai barang bukti, motif penyiraman air keras, dan berbagai hal yang menguatkan bahwa keempat orang tersebut memang pelaku yang menyerang Andrie Yunus. “Jadi masih kami dalami ya,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya, Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026).

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen akibat kejadian itu. Andrie ditangani oleh enam orang dokter dengan spesialisasi berbeda-beda yakni mata; telinga, hidung, tenggorokan atau THT; syaraf, tulang; thorax; organ dalam; dan kulit.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN