Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Penduduk di IKN Didominasi Gen Z dan Milenial

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 pukul 10.01 WIB
penduduk_di_ikn_didominasi_gen_z_dan_milenial

IKN. (Foto: Liputan6)

news_banner

Kutai Kartanegara, MISTAR.ID

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa komposisi penduduk di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berada di wilayah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, didominasi oleh generasi Z dan milenial. Kelompok usia tersebut mencakup sekitar separuh dari total penduduk kawasan calon ibu kota baru tersebut.

Saat ini, IKN dihuni oleh sekitar 147,43 ribu jiwa yang tergabung dalam 43.293 rumah tangga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67,91 persen berada pada rentang usia produktif. Data ini merupakan hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) Tahun 2025 yang dirilis bersama oleh BPS, Bappenas, dan Otorita Ibu Kota Nusantara.

Dalam keterangan resminya, BPS menjelaskan bahwa wilayah delineasi IKN mencakup sebagian kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebaran penduduk paling padat ditemukan di Desa Samboja Kuala, Desa Muara Jawa Ulu, Desa Muara Jawa Pesisir, serta Desa Telemow, dengan tingkat kepadatan melampaui 400 jiwa per kilometer persegi.

Kawasan-kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat sehingga dinilai strategis untuk diprioritaskan dalam penyediaan layanan dasar serta pembangunan infrastruktur penunjang IKN ke depan.

BPS juga mencatat rasio ketergantungan penduduk IKN sebesar 47,25. Ini berarti, setiap 100 orang usia produktif menanggung sekitar 47 hingga 48 penduduk yang berada di usia nonproduktif. Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan rasio jenis kelamin tercatat sebesar 106.

“Fakta menarik lainnya, penduduk tertua di IKN saat ini berusia 108 tahun. Ia merupakan seorang perempuan kelahiran Ujung Pandang yang lahir di penghujung Perang Dunia Pertama,” kata BPS dalam keterangan resminya, yang dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (19/12/2025).

Berdasarkan data mobilitas, sekitar 41,16 persen penduduk IKN diketahui lahir di luar wilayah IKN. Sementara itu, sebanyak 6,03 persen merupakan penduduk yang berpindah ke IKN dalam kurun lima tahun terakhir. Provinsi penyumbang migrasi masuk terbesar berasal dari Kalimantan Timur (29,20 persen), disusul Sulawesi Selatan (20,36 persen), dan Jawa Timur (12,91 persen).

Pendataan PPIKN 2025 juga merekam kondisi sosial dan kesehatan masyarakat. Angka kematian bayi berada di kisaran 14–15 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian ibu tercatat sekitar 143 per 100.000 kelahiran hidup. Adapun angka kelahiran total di IKN berada pada level 2,14.

“Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata jumlah anak yang diinginkan perempuan usia 15–49 tahun di IKN, yaitu sebesar 2,59. Kondisi ini menunjukkan adanya fenomena underachieved fertility di wilayah IKN,” ujar BPS.

Selain itu, pendataan ini juga menghasilkan data berbasis geotagging terkait keberadaan rumah tangga, yang dinilai penting untuk mendukung kebijakan berbasis spasial. BPS mencatat masih terdapat 232 rumah tangga (0,54 persen) dengan lantai rumah terluas berupa tanah, 142 rumah tangga (0,33 persen) tanpa fasilitas buang air besar, 530 rumah tangga (1,22 persen) yang masih mengandalkan air hujan sebagai sumber air minum utama, serta 49 rumah tangga (0,11 persen) yang belum menikmati akses listrik. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN