Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BPS: Pematangsiantar Deflasi 0,11 Persen di November 2025

Mistar.idRabu, 10 Desember 2025 pukul 11.19 WIB
bps_pematangsiantar_deflasi_011_persen_di_november_2025

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kota Pematangsiantar mencatat deflasi sebesar -0,11 persen pada November 2025 secara month to month (m-to-m). Penurunan indeks harga ini terutama dipicu turunnya harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai merah dan tomat.

Kepala BPS Kota Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho melalui Staf Statistik Harga, Wahyu Andamari, menyampaikan cabai merah menjadi penyumbang deflasi terbesar pada November dengan andil -0,32 persen, disusul tomat -0,12 persen, jeruk -0,02 persen, cabai hijau -0,02 persen, serta bawang merah -0,02 persen.

"Deflasi yang terjadi pada November 2025 didorong oleh penurunan pada komoditas volatile food, terutama cabai merah yang masih mengalami normalisasi harga usai gangguan pasokan yang terjadi pada pertengahan tahun 2025," ujarnya pada Mistar, Rabu (10/12/2025).

Ia menjelaskan meskipun terjadi deflasi, tingginya harga emas dan kenaikan beberapa komoditas volatile food lainnya menahan laju penurunan harga yang lebih dalam pada periode tersebut.

Namun, sejumlah komoditas masih memberikan andil terhadap inflasi, seperti emas perhiasan 0,08 persen, wortel 0,06 persen, daging ayam ras 0,05 persen, andaliman 0,04 persen, serta minyak goreng 0,03 persen.

Ia menyampaikan pada November 2025, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar -0,31 persen.

"Komoditas penyumbang utama inflasi m-to-m untuk seluruh kelompok pengeluaran antara lain cabai merah, tomat, jeruk, cabai hijau, bawang merah, kentang, labu siam, jengkol, ikan lele, dan ikan tongkol," ucapnya.

Sedangkan pada kelompok pengeluaran penyumbang utama inflasi November 2025 secara y-on-y (year on year) adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 1,79 persen.

"Komoditas penyumbang utama inflasi y-on-y untuk seluruh kelompok pengeluaran yaitu emas perhiasan, bayam, cabai merah, daging ayam ras, beras, ikan kembung, mi siap santap, sewa rumah, dan wortel," tuturnya. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN