Friday, October 9, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kementrans Dukung Batam Jadi Pusat Data Berskala Global

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 09.47 WIB
kementrans_dukung_batam_jadi_pusat_data_berskala_global

Ilustrasi. (Foto: Kementrans)

news_banner

Batam, MISTAR.ID - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendukung upaya menjadikan Batam sebagai salah satu pusat data berskala global. Pengembangan industri tersebut dinilai berpotensi memperkuat ekonomi digital, menarik investasi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, Indonesia perlu memanfaatkan perubahan ekonomi global, termasuk meningkatnya kebutuhan pusat data untuk mendukung ekonomi digital dan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Kalau kita tidak ikut berpikir maju, kita akan tertinggal. Batam punya peluang besar untuk mengambil bagian dalam perkembangan ini," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, pembangunan pusat data tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan, meningkatkan keterampilan, dan mendapatkan pendapatan yang lebih baik.

Iftitah menilai Batam memiliki posisi strategis untuk menarik investasi lanjutan. Namun, peluang tersebut perlu didukung ekosistem industri yang andal, kepastian layanan, serta kesiapan tenaga kerja.

Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Daerah dan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam mempercepat layanan investasi, termasuk proses perizinan.

Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan bahwa proses perizinan yang sebelumnya dapat memakan waktu satu hingga dua tahun kini bisa diselesaikan kurang dari satu bulan.

Persetujuan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), misalnya, yang sebelumnya membutuhkan waktu enam bulan hingga dua tahun, kini rata-rata dapat diselesaikan paling lama dalam 28 hari.

Selain perizinan, kebutuhan air dan listrik menjadi perhatian dalam pengembangan industri pusat data. BP Batam mendorong pembangunan fasilitas seawater reverse osmosis (SWRO), yakni teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar, untuk memenuhi kebutuhan industri tanpa membebani pasokan air masyarakat dari waduk.

"Investasi harus berjalan bersama tanggung jawab. Kebutuhan air pusat data harus disiapkan dengan baik, termasuk melalui SWRO," kata Iftitah.

Ia juga mendukung upaya BP Batam mempersiapkan pasokan listrik dan infrastruktur pendukung melalui koordinasi dengan pemerintah, penyedia energi, serta pelaku usaha.

Menurut Iftitah, dialog terbuka dengan masyarakat juga diperlukan agar manfaat dan dampak investasi dapat dipahami serta dikelola bersama.

Kementrans, lanjutnya, siap mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, terutama generasi muda, agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja dan memanfaatkan peluang dari perkembangan ekonomi digital di Batam.

"Daerah yang menjadi bagian dari infrastruktur penting ekonomi dunia, seperti Batam, akan memiliki nilai strategis. Tugas kita memastikan masyarakat setempat ikut tumbuh bersama investasi itu, melalui pekerjaan, keterampilan, dan pendapatan yang meningkat," pungkasnya. (hm25/detikcom)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN