Friday, October 9, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kabut Asap Ganggu 15 Penerbangan di Palembang

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 09.26 WIB
kabut_asap_ganggu_15_penerbangan_di_palembang

Ilustrasi. (Foto: Foto: Antara Foto/Auliya Rahman)

news_banner

Palembang, MISTAR.ID - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan. Jarak pandang di bandara tercatat hanya 400 meter pada pukul 13.00 WIB, sehingga berdampak terhadap 15 penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan.

General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Sahab, mengatakan jarak pandang tersebut berada di bawah batas minimal operasional penerbangan.

“Visibility below minimal 400 meter,” kata Ahmad Syaugi Sahab dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang dan perkembangan cuaca untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan. Penumpang juga diimbau memantau informasi penerbangan serta berkoordinasi dengan maskapai masing-masing terkait perubahan jadwal.

Selain mengganggu penerbangan, kabut asap juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Palembang mengalami peningkatan, bahkan sejumlah pasien harus menjalani rawat inap di RSUD Palembang BARI.

Direktur RSUD Palembang BARI, dr Amalia, mengatakan pihaknya telah menangani pasien ISPA sejak Juli 2026. Pada 1-7 Oktober 2026, tercatat 36 pasien ISPA, meningkat dibandingkan periode September yang sebelumnya menjadi periode dengan kasus tertinggi.

Hingga 7 Oktober, terdapat delapan pasien ISPA yang masih menjalani rawat inap. Enam di antaranya merupakan anak-anak, sedangkan dua lainnya pasien dewasa.

“Yang dirawat itu biasanya disertai gejala sesak napas atau komplikasi asmanya kambuh,” ujar Amalia, Rabu (7/10/2026).

Dampak kabut asap juga dirasakan masyarakat. Desti, warga Kertapati, mengaku kedua anaknya mengalami batuk setelah sering beraktivitas di luar rumah.

“Anak aku dua, di rumah batuk-batuk. Anak-anak kan sering main di luar rumah, asap juga semakin hari makin tebal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta penanganan karhutla di Sumatera Selatan dilakukan lebih masif. Ia mengaku turut merasakan kabut asap saat tiba di Palembang pada Rabu (7/10/2026).

“Kita mohon maaf kepada masyarakat Palembang dan Sumsel bahwa (bencana asap akibat karhutla) ini terjadi. Terhirup sih memang (asapnya),” ujarnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Diaz meninjau salah satu titik karhutla di wilayah Talang Jambe sebelum mengikuti rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Kantor BPBD Sumatera Selatan bersama Gubernur Herman Deru dan perwakilan 43 perusahaan perkebunan.

Dia menegaskan pemerintah akan meningkatkan upaya penanganan karhutla untuk memperbaiki kualitas udara dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.

Dia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Palembang dan sekitarnya. (hm25/detikcom)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN