Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Jenis-jenis Bansos yang Disalurkan Pemerintah Kuartal I 2026

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 pukul 13.09 WIB
jenisjenis_bansos_yang_disalurkan_pemerintah_kuartal_i_2026

Ilustrasi. (Foto: rmnews.com)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Pemerintah menyiapkan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan mulai digulirkan pada kuartal I 2026. Penyaluran bansos tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos) dan mencakup bantuan reguler serta bantuan adaptif untuk penanganan bencana.

Bansos reguler terdiri atas bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini ditujukan kepada sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp17,5 triliun.

“Bantuan sosial berupa sembako dan Program Keluarga Harapan menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp17,5 triliun,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026), dilansir dari detikcom.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bansos khusus bagi masyarakat terdampak bencana, terutama di wilayah Sumatera dan sejumlah daerah lainnya. Untuk kebutuhan tersebut, anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp2,3 triliun.

Secara keseluruhan, anggaran bansos yang dikelola Kemensos untuk asistensi rehabilitasi sosial mencapai Rp20 triliun. Hingga saat ini, realisasi penyalurannya telah menembus angka Rp17 triliun.

“Hingga hari ini, lebih dari Rp17 triliun sudah kami salurkan. Sisanya akan menyusul untuk periode Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaallah bantuan ini mencakup hingga Lebaran, dan akan kembali disalurkan pada triwulan kedua, yakni April, Mei, dan Juni,” kata Mensos.

Saifullah Yusuf menambahkan, daftar penerima bansos bersifat dinamis karena mengacu pada data tunggal yang terus diperbarui secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penyaluran bansos Kemensos sendiri dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

“Oleh karena itu, penerima manfaat bisa saja mendapatkan bantuan pada triwulan pertama dan kedua, tetapi tidak pada triwulan ketiga. Atau sebaliknya, ada yang sebelumnya belum pernah menerima, namun kini justru mendapatkan bantuan sosial,” tuturnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN