Film Pesta Babi Viral: Sinopsis, Fakta Kontroversi hingga Nobar di Unram Dibubarkan

Ilustrasi, Film Pesta Babi Viral: Sinopsis, Fakta Kontroversi hingga Nobar di Unram Dibubarkan. (foto:ferry/yt@indonesiabaru/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Film dokumenter Pesta Babi tengah menjadi sorotan publik setelah acara nonton bareng (nobar) di Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, dibubarkan pihak kampus. Kontroversi itu memicu perdebatan luas tentang kebebasan akademik, ruang diskusi di kampus, hingga isu masyarakat adat Papua yang diangkat dalam film tersebut.
Bukan sekadar dokumenter biasa, Pesta Babi hadir sebagai potret sosial-politik tentang kehidupan masyarakat adat Papua Selatan di tengah masifnya proyek pembangunan dan pembukaan hutan dalam skala besar.
Apa Itu Film Pesta Babi?
Pesta Babi merupakan film dokumenter investigatif karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale. Film ini mengangkat kehidupan masyarakat adat Papua Selatan yang menghadapi tekanan akibat ekspansi proyek strategis nasional (PSN), termasuk pembukaan lahan pangan dan industri bioenergi.
Judul Pesta Babi sendiri merujuk pada tradisi budaya masyarakat Papua. Dalam kehidupan adat Papua, babi memiliki nilai penting, baik secara sosial, ekonomi, maupun spiritual.
Melalui dokumenter ini, penonton diajak melihat bagaimana masyarakat adat berupaya mempertahankan tanah leluhur, hutan, dan identitas budaya mereka di tengah arus pembangunan besar-besaran.
Sinopsis Film Pesta Babi
Film ini menampilkan kehidupan masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, Papua Selatan. Cerita dibuka dengan ritual adat yang memperlihatkan simbol perlawanan masyarakat terhadap pembukaan hutan dan proyek industri di wilayah mereka.
Sepanjang film, penonton diperlihatkan dampak ekspansi lahan terhadap lingkungan dan kehidupan warga lokal. Mulai dari hilangnya hutan adat, ancaman terhadap sumber pangan tradisional, hingga kekhawatiran masyarakat atas masa depan generasi mereka.
Dokumenter tersebut juga menyoroti konflik antara kepentingan pembangunan nasional dan hak masyarakat adat yang merasa ruang hidupnya semakin terdesak.
Fakta Menarik Film Pesta Babi
Film ini bukan hanya menuai perhatian karena tema yang diangkat, tetapi juga karena sejumlah fakta menarik di balik produksinya.
Salah satunya adalah besarnya isu yang dibahas. Film Pesta Babi menyoroti proyek pembukaan lahan dalam skala jutaan hektare di Papua Selatan yang disebut berdampak langsung terhadap ekosistem hutan dan masyarakat adat.
Selain itu, produksi film melibatkan sejumlah organisasi yang selama ini aktif mengadvokasi isu lingkungan dan hak masyarakat adat, seperti Greenpeace, WatchDoc, Yayasan Bentala Pusaka, dan Jubi.id.
Tak hanya diputar di Indonesia, Pesta Babi juga telah dipresentasikan dalam sejumlah forum internasional, termasuk pemutaran di Sydney, Australia, yang membahas persoalan hak masyarakat adat Papua.
Siapa Sutradara dan Pemain Film Pesta Babi?
Film ini disutradarai oleh Dandhy Laksono bersama Cypri Paju Dale, dua nama yang dikenal aktif memproduksi dokumenter bertema sosial, politik, dan lingkungan.
Karena merupakan film dokumenter, Pesta Babi tidak menghadirkan aktor utama layaknya film layar lebar fiksi. Tokoh-tokoh yang tampil dalam film merupakan masyarakat adat Papua dan pihak-pihak yang mengalami langsung dampak perubahan di wilayah mereka.
Film ini mulai ramai diputar dalam forum publik dan diskusi komunitas sejak Maret 2026.
Mengapa Nobar Pesta Babi di Unram Dibubarkan?
Kontroversi mencuat setelah acara nobar Pesta Babi di Universitas Mataram dibubarkan pihak kampus sebelum pemutaran berlangsung.
Acara tersebut, Kamis (7/5/2025), awalnya digelar mahasiswa bersama komunitas pers kampus sebagai ruang diskusi publik mengenai isu Papua dan masyarakat adat.
Namun, pihak kampus menilai kegiatan itu berpotensi menimbulkan polemik dan mengganggu kondusivitas lingkungan kampus.
Laporan media mahasiswa menyebut sejumlah petugas keamanan kampus mendatangi lokasi acara untuk menghentikan pemutaran film. Peristiwa itu kemudian viral di media sosial dan memicu kritik dari berbagai pihak.
Siapa yang Membubarkan Nobar Pesta Babi?
Pembubaran nobar dilakukan pihak rektorat Universitas Mataram melalui Wakil Rektor III, Sujita.
Menurut keterangannya, tindakan tersebut dilakukan atas instruksi Rektor Unram, Sukardi, demi menjaga situasi kampus tetap kondusif.
“Saya menolak demi menjaga kondusivitas dan supaya tidak ada ketersinggungan antara kita,” ujar Sujita.
Pernyataan itu justru memicu kritik dari sejumlah mahasiswa dan pegiat kebebasan berekspresi. Mereka menilai kampus seharusnya menjadi ruang terbuka untuk diskusi ilmiah dan pertukaran gagasan.
Insight Mendalam: Ketika Film Dokumenter Jadi Ruang Perdebatan
Kasus Pesta Babi memperlihatkan bagaimana film dokumenter kini tidak hanya menjadi medium hiburan, tetapi juga alat kritik sosial yang mampu memantik diskusi publik.
Kontroversi pembubaran nobar di kampus menunjukkan bahwa isu Papua masih menjadi topik sensitif di Indonesia. Di satu sisi, pemerintah mendorong pembangunan dan investasi nasional. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan, hutan adat, dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal.
Ironisnya, pembubaran nobar justru membuat nama Pesta Babi semakin viral dan menarik rasa penasaran publik terhadap isi film tersebut.
(berbagaisumber/ai/hm27)

















