Tuesday, June 30, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK soal Kasus Kuota Haji, Apa Perannya dan Mengapa Namanya Disebut?

Mistar.idSelasa, 30 Juni 2026 pukul 20.46 WIB
dito_ariotedjo_kembali_diperiksa_kpk_soal_kasus_kuota_haji_apa_perannya_dan_mengapa_namanya_disebut

Dito Ariotedjo. (foto:voi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (30/6/2026) - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo kembali menjadi perhatian publik setelah menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/6/2026). Kehadirannya di Gedung Merah Putih KPK berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi kuota haji di Kementerian Agama periode 2023-2024.

Nama Dito memang bukan termasuk dalam daftar tersangka yang telah diumumkan KPK. Namun, keterangannya dinilai penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa di balik tambahan kuota haji Indonesia yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Lantas, siapa sebenarnya Dito Ariotedjo, apa kaitannya dengan kasus kuota haji, dan bagaimana status hukumnya saat ini?

Siapa Dito Ariotedjo?

Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau lebih dikenal sebagai Dito Ariotedjo merupakan politikus Partai Golkar yang pernah menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada periode 2023-2024.

Lahir di Jakarta pada 25 September 1990, Dito dikenal sebagai salah satu menteri termuda yang pernah masuk kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelum dipercaya menjadi Menpora, ia aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan pernah memimpin Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap Partai Golkar.

Selama menjabat sebagai Menpora, Dito terlibat dalam sejumlah agenda strategis nasional, mulai dari pembinaan olahraga prestasi, pengembangan industri olahraga hingga persiapan penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional di Indonesia.

Mengapa Dito Ariotedjo Datang ke KPK?

Dito menegaskan kedatangannya ke KPK semata-mata untuk memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji.

"Ini undangannya terkait dengan kasus yang haji," kata Dito saat tiba di Gedung KPK.

Ia tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan menjalani pemeriksaan selama kurang lebih empat jam sebelum meninggalkan ruang pemeriksaan pada pukul 14.08 WIB.

Menurut Dito, pemeriksaan kali ini merupakan tindak lanjut dari surat perintah penyidikan (sprindik) baru yang berkaitan dengan tersangka dari unsur swasta.

"Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru. Kan kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama Gus Yaqut sama Gus Alex. Ini yang kedua swasta. Ya keterangan tambah-tambah informasi," ujarnya kepada wartawan.

Apa Kaitan Dito dengan Kasus Kuota Haji?

Keterlibatan Dito dalam perkara ini bukan sebagai pengambil kebijakan kuota haji maupun pihak yang mengelola penyelenggaraan ibadah haji.

Namun, penyidik KPK menilai keterangannya penting karena Dito termasuk dalam rombongan pemerintah Indonesia yang menghadiri pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Pertemuan tersebut menjadi salah satu momentum penting yang menghasilkan tambahan kuota haji untuk Indonesia sebanyak sekitar 20 ribu jemaah.

Dalam pemeriksaan sebelumnya pada Januari 2026, juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebut Dito mampu menjelaskan asal-usul tambahan kuota haji yang diperoleh Indonesia setelah komunikasi tingkat tinggi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Keterangan itu dianggap membantu penyidik melengkapi bukti serta menyusun kronologi terkait proses lahirnya tambahan kuota tersebut.

Dicecar Soal Dua Tersangka Swasta

Pada pemeriksaan terbaru, Dito mengungkap bahwa penyidik lebih banyak mendalami informasi terkait dua tersangka baru dari kalangan swasta.

Ia juga mengakui bahwa penyidik kembali menggali keterangannya mengenai proses pemberian kuota tambahan dari Arab Saudi serta pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut.

"Lebih karena waktu itu kan saya ada dalam lokasi di Arab Saudi pas pertemuan dengan MBS. Kan kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi. Jadi lebih digali ke situ," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyidik berupaya mengurai hubungan berbagai pihak yang terlibat dalam proses distribusi dan pemanfaatan tambahan kuota haji yang kemudian menjadi objek penyidikan.

Siapa Saja Tersangka dalam Kasus Kuota Haji?

Sejauh ini KPK telah menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024, yaitu:

- Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

- Mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex.

- Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour), Ismail Adham.

- Ketua Umum Asosiasi Kesthuri, Asrul Azis Taba.

Keempatnya diduga memiliki peran dalam perkara yang berkaitan dengan pengelolaan dan distribusi kuota haji tambahan.

Bagaimana Status Hukum Dito Ariotedjo?

Hingga saat ini, Dito Ariotedjo berstatus sebagai saksi.

KPK belum pernah menyampaikan adanya dugaan keterlibatan langsung Dito dalam tindak pidana korupsi yang sedang disidik. Penyidik justru menilai keterangannya diperlukan karena ia mengetahui secara langsung sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan proses penambahan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi.

Dengan demikian, posisi Dito dalam perkara ini masih sebatas pemberi keterangan untuk membantu penyidik memperkuat konstruksi perkara dan melengkapi alat bukti yang telah dikumpulkan.

Fakta Menarik: Penampilan Dito Jadi Sorotan

Selain pemeriksaannya di KPK, penampilan Dito juga sempat menarik perhatian awak media. Mantan Menpora itu terlihat lebih kurus dibandingkan saat masih menjabat.

Saat ditanya wartawan, Dito mengaku tengah rutin berolahraga dan aktif mengikuti berbagai kegiatan kebugaran.

"Iya, nge-gym. Mumpung lagi enggak sibuk," katanya.

Ia bahkan mengungkap telah mengikuti kompetisi kebugaran HYROX dan berhasil menyelesaikan kategori relay dengan catatan waktu kurang dari dua jam.

Mengapa Keterangan Dito Penting?

Di tengah penyidikan kasus kuota haji, KPK tidak hanya menelusuri dugaan penyimpangan dalam pembagian kuota, tetapi juga berupaya merekonstruksi seluruh proses yang melatarbelakangi lahirnya tambahan kuota dari Arab Saudi.

Karena berada langsung dalam rangkaian pertemuan yang berkaitan dengan pemberian kuota tambahan tersebut, Dito menjadi salah satu saksi yang dinilai mampu memberikan gambaran utuh mengenai kronologi dan konteks kebijakan yang kini tengah menjadi fokus penyidikan.

Itulah sebabnya, meski bukan tersangka, nama Dito Ariotedjo terus muncul dalam perkembangan kasus korupsi kuota haji yang saat ini masih terus didalami KPK.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN