Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

20 Lokasi di Serang Banten Terendam Banjir

Mistar.idSenin, 9 Maret 2026 12.29
EH
20_lokasi_di_serang_banten_terendam_banjir

Banjir di Serang Banten. (Foto: Antara/Asep Fathulrahman)

news_banner

Serang, MISTAR.ID

Sebanyak 20 lokasi di Serang, Banten, dilaporkan terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (8/3/2026). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menunjukkan total 6.763 warga terdampak akibat peristiwa ini. Selain itu, empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

"Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sejak Minggu dini hari (8/3/2026), diperparah dengan luapan air sungai serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, Senin (9/3/2026).

Diat menyebutkan, wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Kasemen dengan total 14 titik banjir. Kondisi terparah terjadi di Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur, di mana ketinggian air sempat mencapai satu meter sehingga 22 kepala keluarga harus mengungsi.

Di Kecamatan Serang, banjir dilaporkan terjadi di Lingkungan Kebaharan Masjid, Lingkungan Domba di Kelurahan Lopang, serta Perumahan BIP di Kelurahan Unyur. Namun, di sejumlah lokasi tersebut air dilaporkan mulai berangsur surut.

Sementara itu, di Kecamatan Cipocok Jaya, genangan masih terjadi di Kompleks Grand Sutera, Kelurahan Panancangan, dengan dampak mencapai sekitar 1.950 warga. Di Kecamatan Walantaka, air setinggi sekitar 20 sentimeter juga masih menggenangi Perumahan Persada Banten.

Selain permukiman warga, beberapa fasilitas umum turut terdampak banjir, di antaranya Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja'ah Al Akhyar.

Diat memastikan tim BPBD telah menurunkan personel serta peralatan ke sejumlah titik terdampak sejak awal kejadian. Petugas juga melakukan evakuasi warga di wilayah dengan genangan cukup tinggi, terutama di Kecamatan Kasemen.

"Kami juga melakukan pendirian tenda pengungsian untuk memfasilitasi 84 jiwa yang saat ini masih mengungsi, serta melakukan monitoring kontinu melalui BMKG dan Call Center BPBD," katanya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN