Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Wanita Lansia di Medan Maimun Keluhkan Tak Dapat Bantuan, Ini Respons Anggota DPRD

Mistar.idMinggu, 22 Februari 2026 pukul 16.06 WIB
wanita_lansia_di_medan_maimun_keluhkan_tak_dapat_bantuan_ini_respons_anggota_dprd

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, dr. Dimas Sofani Lubis saat menggelar reses di Gang Istirahat, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Seorang wanita sepuh di Kecamatan Medan Maimun bernama Jarina mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos) khusus warga lanjut usia (lansia). Padahal, ia termasuk warga dengan ekonomi menengah ke bawah.

Pengakuan tersebut disampaikan Jarina dalam kegiatan Reses V Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar anggota DPRD Medan Fraksi Partai Golkar, dr. Dimas Sofani Lubis, di Gang Istirahat, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

"Saya ini orang susah, saya hanya hidup berdua sama cucu saya. Tapi saya tidak ada dapat bantuan, termasuk bantuan lansia," katanya, Minggu (22/2/2026) siang.

Jarina pun meminta tolong kepada Dimas untuk memperjuangkan dirinya agar bisa mendapatkan bansos dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

"Sejak ada bantuan makan bergizi gratis (MBG), bahan pokok jadi mahal semua. Minta tolong, Pak, kami masyarakat miskin tidak sanggup beli bahan pokok yang sekarang luar biasa mahalnya," ucapnya.

Mendengar pengakuan tersebut, Dimas pun bereaksi. Ia mengatakan, pada tahun 2026 Pemko Medan akan meluncurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur untuk memberikan bansos lansia. Dimas berjanji menyalurkan aspirasi Jarina kepada Pemko Medan agar ditindaklanjuti.

“PKH Medan Makmur ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan. Akan kita upayakan Nenek Jarina bisa mendapatkan bantuan ini apabila memang tidak mendapatkannya dari Kementerian Sosial (Kemensos),” ujarnya.

Dimas juga merespons keluhan Jarina soal kenaikan harga bahan pokok (bapok) yang diduga karena MBG. Menurutnya, kenaikan harga bapok bukan dipicu program MBG dari pemerintah pusat, melainkan karena memasuki hari besar keagamaan.

"Biasanya kalau menjelang hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok memang meningkat. Memang sempat ada tudingan MBG membuat harga bapok naik, tetapi itu sudah dibantah oleh Kementerian Perdagangan. Pemko Medan kini tengah menggelar pasar murah, saya kira bapak dan ibu bisa memanfaatkan itu dulu," tuturnya.

Tak hanya mendengar aspirasi dari Jarina, Dimas juga menyerap keluhan warga lainnya. Ia berjanji akan menyampaikan dan memperjuangkan seluruh aspirasi tersebut ke Pemko Medan.

"Insyaallah segala aspirasi ini akan menjadi catatan penting bagi saya untuk saya teruskan ke Pemko Medan," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Medan, Ratu. Ia menyebut, saat ini pemerintah pusat tengah melakukan pendataan agar bansos yang disalurkan tepat sasaran.

"Saat ini sudah banyak yang digraduasi karena dinilai sudah tidak layak mendapat bantuan. Nantinya bantuan tersebut akan dialihkan kepada orang-orang yang lebih layak, seperti Nenek Jarina ini contohnya," ucap Ratu.

Setelah dari Gang Istirahat, Dimas dijadwalkan menggelar reses di Gang Mesjid, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, pada Minggu (22/2/2026) sore. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN