Sumut Berpotensi Dilanda Hujan Ringan Disertai Angin Kencang Sepekan ke Depan

Ilustrasi. (foto: pixabay/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Wilayah Sumatera Utara (Sumut) diprediksi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan–sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang sepekan ke depan, mulai 11 hingga 18 Mei 2026.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, mengatakan Sumut umumnya didominasi cuaca hujan ringan–sangat lebat sepekan ke depan.
"Kondisi ini perlu peningkatan kewaspadaan karena adanya potensi peningkatan hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang," ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Cuaca ekstrem tersebut, menurut BMKG, berpotensi menerpa sejumlah wilayah di Sumut di antaranya Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Simalungun, Toba, Karo, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, serta Tapanuli Selatan.
"Kemudian wilayah lainnya yang diprediksi turut terdampak cuaca tersebut, yakni Kota Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Gunungsitoli, Sibolga, Pematangsiantar, serta Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Nias, Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, dan Mandailing Natal," ujar Martha.
Martha mengungkapkan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer seperti Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 3 (Indian Ocean) dan daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di pesisir timur hingga pesisir barat Sumut.
"Sehingga, meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Selain itu, kondisi labilitas atmosfer terpantau cukup kuat di Sumut pada skala lokal yang turut mendukung proses konvektif," ucapnya.
Masyarakat beserta para pemangku kepentingan diimbau oleh BMKG untuk senantiasa waspada dan melakukan upaya mitigasi terhadap potensi bencana alam yang timbul akibat cuaca ekstrem tersebut.
"Aktifnya MJO dan pemanasan udara yang cukup kuat di permukaan pada siang hari dapat membuat atmosfer bumi menjadi labil dan memicu pengangkatan massa udara ke atas sehingga berpotensi terjadi hujan. Adanya daerah pertemuan angin konvergensi dan konfluensi di sepanjang pantai barat, pantai timur, pegunungan Sumut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir," tutur Martha.





















