Staf Khusus Menteri Agama Dukung Renovasi Chapel USU, Minta Polemik Diselesaikan Melalui Dialog

Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, saat bertemu dengan pengurus Yayasan Chapel USU dan Pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU di Deli Serdang. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menilai rencana renovasi Chapel Universitas Sumatera Utara (USU) perlu mendapat dukungan penuh. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menunjang pembinaan kerohanian bagi civitas akademika yang beragama Kristen.
Hal itu disampaikan Gugun saat menghadiri pertemuan dengan pengurus Yayasan Chapel USU dan Pengurus Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU di Deli Serdang, Kamis (18/6/2026).
“Renovasi bangunan ini saya kira menjadi karya mulia dari Rektor USU untuk menyediakan tempat pembinaan rohani yang lebih memadai bagi segenap civitas akademika USU yang beragama Kristen,” ujarnya.
Sebelumnya, rencana renovasi bangunan Chapel USU yang berada di Jalan Dr Mansyur, Medan, menuai berbagai tanggapan dan memunculkan polemik di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Gugun mengaku telah mengikuti perkembangan persoalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Chapel USU bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Agama, melainkan menjadi ranah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) karena bangunan tersebut bukan merupakan rumah ibadah dalam kategori gereja.
“Karena berada di bawah kewenangan USU, maka hal ini menjadi ranah Kemendiktisaintek,” ujar Gugun yang juga membidangi Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan, serta Kerja Sama Luar Negeri di Kementerian Agama.
Ia menyarankan agar Rektor USU segera mengundang seluruh pihak terkait untuk duduk bersama membahas keberadaan Chapel USU dan mencari solusi terbaik atas polemik yang terjadi.
Gugun juga menyatakan kesiapannya untuk hadir dan memberikan masukan dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, pembahasan itu sebaiknya melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Sumut, hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Hal ini penting untuk memastikan bahwa polemik ini tidak digiring ke mana-mana. Kita ingin menyatukan seluruh pihak yang memiliki perbedaan pandangan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Persekutuan Iman Warga Kristen (PIWK) USU, Prof. Dr. Robert Sibarani, mengatakan pihaknya akan segera mengagendakan pertemuan tersebut guna membahas dan mencari jalan keluar atas persoalan yang berkembang.
“Kita akan mengagendakan pertemuan itu agar persoalan ini segera dapat diselesaikan,” katanya.
PREVIOUS ARTICLE
DPRD Sumut Soroti Dugaan LPG Subsidi Diborong Dapur MBG di Nias, BGN Beri Penjelasan




















