Seorang Warga Medan Marelan Hidup dari Jual Kipas Angin Bekas

Kipas angin bekas yang dipajang untuk dijual dengan harga terjangkau di Medan Marelan. (Foto: Kamal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Usia lanjut tidak menghalangi Rahman, 71 tahun, warga Kecamatan Medan Marelan, untuk tetap mengais rezeki demi menghidupi istri dan satu anak perempuannya. Selama lebih dari 20 tahun, ia bertahan dengan menjual barang bekas, khususnya kipas angin.
Rahman mengatakan, barang bekas yang dijualnya diperoleh dengan cara berkeliling kampung membeli peralatan rusak milik warga. Dengan keterampilan yang dimilikinya, ia memperbaiki barang tersebut sebelum kembali dijual.
“Tidak semua barang yang dibeli bisa diperbaiki. Kadang ada juga yang sudah tidak layak, seperti mesin pompa air yang biaya perbaikannya tidak sebanding dengan harga jual, akhirnya jadi rongsokan,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (21/1/2026), di tempat usahanya.
Ia menyebutkan, harga kipas angin bekas yang ditawarkan berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000, tergantung ukuran dan kondisi barang. Dalam sehari, penjualan tidak menentu, terkadang satu unit, bisa juga hingga tiga unit, bahkan ada hari tanpa penjualan sama sekali.
Menurut Rahman, penjualan biasanya meningkat pada bulan Ramadan, terutama saat cuaca panas. Kipas angin bekas banyak diminati masyarakat karena harganya lebih terjangkau dan sesuai dengan kemampuan ekonomi pembeli.
Usaha sederhana tersebut hingga kini masih menjadi sumber penghidupan utama bagi Rahman dan keluarganya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Direktorat TPPA dan TPPO Resmi Dibentuk di Polda Sumut

















