Rekomendasi Kompolnas: 4 Program Kapolri Lama Dilanjutkan Suyudi Ario Seto

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto saat berkunjung ke Polda Sumut beberapa waktu lalu. (Foto: Matius/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (2/10/2026) - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) merekomendasikan sejumlah program yang digagas mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk dilanjutkan Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto. Menurut Kompolnas, hal paling penting adalah melanjutkan program baik yang sudah berjalan.
"Yang paling penting dalam konteks kepemimpinan beliau nantinya (Kapolri baru), yang pertama memang melanjutkan apa yang dilakukan Kapolri sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo," ujar Komisioner Kompolnas RI Muhammad Choirul Anam, Jumat (2/10/2026).
Choirul menyebut beberapa program prioritas yang perlu diteruskan. Pertama, pelayanan kepada masyarakat berbasis digitalisasi. Program ini dinilai sangat membantu dan memudahkan masyarakat sehingga perlu diperkuat.
Kedua, penanganan kasus perempuan dan anak. Pada masa Jenderal Listyo Sigit, Polri mendirikan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) di tingkat Polda.
"Berikutnya yang tak kalah penting adalah kepolisian memberikan perhatian khusus terhadap isu perempuan dan anak. Pada masa Pak Listyo Sigit ada pembentukan Direktorat PPA dan PPO di tingkat polda," ujar Choirul Anam.
Ia menilai program tersebut belum merata. Ia berharap di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi, Direktorat PPA dan PPO dapat dibentuk di seluruh Polda dan Polres di Indonesia.
"Tetapi ini masih terbatas dan bisa dilanjutkan agar semua Polda memilikinya. Bahkan tidak hanya level Polda, tapi juga level Polres hingga merata. Karena ini kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan, yaitu perempuan dan anak," jelasnya.
Ketiga, program yang menyasar penyandang disabilitas. Dalam Undang-Undang Kepolisian yang baru, isu ini diperkuat. Jenderal Listyo Sigit telah membangun affirmative action, baik untuk rekrutmen anggota maupun pelayanan kepolisian kepada komunitas disabilitas.
Keempat, penguatan pengawasan internal dan eksternal. Pengawasan internal melalui Propam harus diperkuat untuk memastikan tidak ada pelanggaran dan ada mekanisme sanksi yang tegas.
"Selain Propam, pengawasan eksternal atau Kompolnas juga harus dilakukan. Dengan menggunakan skema dari rekomendasi komite reformasi kepolisian itu juga penting," terangnya.
Selain itu, Kapolri baru juga diharapkan membuat terobosan untuk ruang pengawasan publik.
Sebelumnya, Kompolnas menilai kemampuan dan kapabilitas Kapolri terpilih Jenderal Suyudi Ario Seto tidak diragukan. Di bawah kepemimpinannya, Polri diyakini akan lebih maju dan dipercaya masyarakat.
Menurut Kompolnas, lulusan Akpol 1994 itu memiliki rekam jejak baik, terutama saat menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Saat memimpin BNN, Suyudi banyak mengungkap kasus narkoba dalam jumlah besar.
"Saya kira kemampuan beliau lumayan baik. Khususnya terakhir ini waktu di BNN. Penangkapan dengan jumlah narkoba yang sangat besar juga terjadi di masa Pak Suyudi," terangnya.
Selain itu, jenderal bintang empat tersebut dinilai piawai membangun sistem penegakan hukum dan disiplin.
Kompolnas mendukung penuh penunjukan tersebut dan percaya pemilihan Kapolri sudah melalui pertimbangan kapabilitas oleh Presiden Prabowo Subianto. Untuk 100 hari kerja ke depan, hal terpenting adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal. (hm02)
















































