Penanganan Banjir di Medan, Afif Abdillah: Fokus Tuntaskan Pembebasan Lahan

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk memprioritaskan penyelesaian pembebasan lahan guna percepatan program penanganan banjir di Kota Medan.
Termasuk proyek yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Dunia (World Bank) melalui skema nasional dan menjadi kunci berjalannya pembangunan fisik oleh Pemerintah Pusat.
“Semua bisa berjalan jika lahannya ada. Peran utama Pemko Medan disitu. Jika lahannya sudah selesai, pengerjaan fisik berupa pembangunan kolam retensi dan normalisasi sungai sebagai upaya mengatasi banjir baru bisa dilakukan,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Ia juga meluruskan pendanaan sebesar Rp1,5 triliun yang bersumber dari Bank Dunia (world bank), kerap dipahami sebagai bantuan langsung ke Pemko Medan, padahal merupakan bagian dari proyek nasional yang dikelola pemerintah pusat.
“Dana Bank Dunia itu bukan bantuan langsung kepada Pemko Medan. Dana itu sepenuhnya dikelola pemerintah pusat melalui proyek nasional, sementara pembangunan fisiknya dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat. Kota Medan akan menikmati hasil pembangunan tersebut,” katanya.
Berdasarkan informasi yang ia terima, pembebasan lahan di dua lokasi prioritas, yakni Medan Selayang dan kawasan Kawasan Industri Medan I di Medan Deli, ditargetkan rampung sebelum Juni 2026.
“Alhamdulillah, dari yang saya ketahui pembebasan lahan di Medan Selayang dan Medan Deli akan selesai sebelum Juni 2026 nanti. Ini akan terus kita kawal agar benar-benar selesai,” katanya.
Afif mengakui, pembebasan lahan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan anggaran hingga persoalan hukum yang harus dipastikan sesuai aturan.
“Ini terkait masalah hukum, jadi tidak boleh sembarangan. Kemudian anggaran Pemko Medan juga terbatas, sementara pembangunan di sektor lain juga penting. Tetapi bagaimana pun sulitnya, pembebasan lahan ini tetap harus diselesaikan,” ujarnya.
Ia menilai, komunikasi dan kolaborasi antar perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan menjadi kunci agar pembebasan lahan dapat diselesaikan tanpa mengganggu prioritas pembangunan lainnya.
“Saat ini sebagian besar lahan sudah selesai dibebaskan, tinggal beberapa persil lagi. Saya yakin bisa selesai sebelum Juni 2026,” tuturnya. (hm25)
BERITA TERPOPULER























