Pemprov Sumut Targetkan 70 Persen Hewan Rentan Rabies Divaksin Tiap Tahun

Kepala Distanpang Provinsi Sumut Fariz Haholongan Hutagalung. (Foto: Dokumentasi @distanpangprovsu/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) menargetkan vaksinasi rabies sebanyak 70 persen dari ratusan ribu hewan menular rabies setiap tahunnya.
Kepala Distanpang Provinsi Sumut Fariz Haholongan Hutagalung mengatakan, target tersebut melihat banyaknya kasus rabies yang ada di Sumut. Diketahui, Sumut mencatat 280 kasus rabies sepanjang 2025 lalu.
"Ya tentunya sama seperti yang disampaikan Pak Gubernur kemarin, kasus rabies di Sumatera Utara itu tinggi. Jadi kita selain mengkampanyekan untuk menyosialisasikannya juga mau menekan (angka rabies)," ujarnya kepada Mistar, Rabu (30/9/2026).
Fariz mengatakan, saat ini hewan menular rabies di Sumut berkisar ratusan ribu ekor. Ia menargetkan setiap tahun akan tervaksin sebesar 70 persen dari jumlah tersebut.
"Makanya kita targetkan dari populasi hewan menular rabies yang kurang lebih 300 ribu ekor itu mau kita ambil 70 persennya saja," ucapnya.
Meski begitu, ia juga tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan vaksinasi rabies dalam jumlah yang lebih besar setiap tahunnya.
"Nanti secara bertahap akan ada kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Kementerian Pertanian, kita Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota. Kita vaksinasinya bisa minimal mencapai 70 persen, kalau bisa lebih bagus setiap tahun," ujarnya.
Sementara itu, Fariz juga mengatakan Pemprov Sumut siap membantu kabupaten dan kota untuk melakukan vaksinasi rabies.
"Iya itu di kabupaten dan kota tentu anggarannya tidak terlalu banyak dan terbatas. Nanti kita Pemerintah Provinsi dan kementerian bisa backup untuk anggaran tersebut," ucapnya.
Berharap Masyarakat Sadar Pentingnya Vaksinasi Rabies
Distanpang Provinsi Sumut juga berharap masyarakat bisa mendukung program ini dengan lebih peduli terhadap kesehatan hewan-hewan peliharaannya.
"Ya seharusnya seperti yang kita sampaikan, kita kalau punya peliharaan juga harus tahu kesehatan mereka, jangan punya peliharaan terus tidak vaksin, tidak bawa ke klinik hewan," ucap Fariz.
Ia mengatakan, pihaknya dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) akan bekerja sama untuk menyosialisasikan program ini agar masyarakat bisa sadar pentingnya vaksin rabies.
"Nah inilah kita kerja sama dengan PDHI nanti salah satunya adalah untuk menyosialisasikannya juga ke komunitas-komunitas karena kan banyak komunitas-komunitas hewan peliharaan," tuturnya.
Fariz mengatakan, kesehatan hewan juga akan berdampak pada kualitas hidup masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini kita lihat semalam kan cukup bagus, mudah-mudahan bisa tercapai, karena vaksin ini dampaknya bukan hanya untuk hewannya tapi ke masyarakat juga," katanya.
Diketahui, belum lama ini Sumut juga mendapatkan rekor MURI atas capaian vaksinasi rabies terbanyak, yakni 15 ribu dosis. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Ketua PN Medan Lantik Dua Hakim AD Hoc PHI, Tekankan Kode Etik







































