Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pemprov Sumut Maksimalkan Pelayanan Kesehatan di Seluruh Lokasi Bencana

Mistar.idJumat, 5 Desember 2025 21.35
journalist-avatar-top
MI
pemprov_sumut_maksimalkan_pelayanan_kesehatan_di_seluruh_lokasi_bencana

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis. (Foto: Diskominfo Provsu/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya penanganan bantuan ke lokasi yang terdampak bencana alam. Salah satunya untuk pelayanan kesehatan untuk para korban terdampak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan tenaga medis di posko-posko dan titik pengungsian untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat terdampak.

"Sejak awal bencana terjadi kami langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota terdampak untuk melakukan upaya kesehatan kepada masyarakat di lokasi bencana,” ujarnya saat temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (5/12/2025) sore.

Dikatakannya, saat ini Dinkes Sumut telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di daerah terdampak seperti Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Langkat.

Selain itu, dia merinci data sementara menunjukkan 41.950 warga mengungsi, 167 orang masih hilang, dan 313 orang meninggal dunia akibat bencana yang melanda Sumut dalam sepekan terakhir.

“Kita turunkan dokter, perawat, tenaga farmasi, kesehatan lingkungan, dan surveilans. Kita juga tempatkan 3 dokter, 3 perawat, dan 2 petugas surveilans untuk membantu pelayanan kesehatan di sana,” tuturnya.

Selain itu, Dinkes Sumut mencatat terdapat 18 rumah sakit, 19 puskesmas pembantu, 25 puskesmas, dan sejumlah poskesdes yang terdampak banjir dan longsor. Sebagian di antaranya tak dapat beroperasi karena terendam hingga setinggi pinggang orang dewasa.

“Pada fase pasca bencana akan muncul berbagai permasalahan kesehatan. Karena itu, upaya pencegahan sangat penting agar penyakit dapat kita tangani sedini mungkin,” katanya. (hm24)