Monday, July 6, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pemko Medan Latih Penyandang Disabilitas dan Perempuan Pencari Nafkah, Siapkan Sertifikasi Kerja

Mistar.idSenin, 6 Juli 2026 pukul 20.24 WIB
pemko_medan_latih_penyandang_disabilitas_dan_perempuan_pencari_nafkah_siapkan_sertifikasi_kerja

Wali Kota Medan saat membuka pelatihan. (foto:diskominfo/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (6/7/2026) – Memastikan seluruh masyarakat memiliki hak yang sama dalam dunia kerja, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan menggelar pelatihan bagi penyandang disabilitas dan perempuan pencari nafkah di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (6/7/2026).

Rico menegaskan, Pemko Medan memberikan perhatian khusus kepada kaum perempuan dan penyandang disabilitas agar mampu menjadi tenaga kerja yang tangguh dan mandiri.

“Kekurangan fisik bukan penghalang. Semua warga Kota Medan punya hak dan talenta yang sama untuk sukses,” tegasnya.

Ia mengatakan, Pemko Medan berkomitmen memberikan ruang dan kesempatan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Sekarang kita tinggal menyiapkan bekal sebelum masuk ke dunia kerja. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam dunia kerja sekarang, terutama spesifikasi pekerja yang tinggi, adaptif terhadap teknologi digital, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Itu yang ingin kita berikan kepada masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Rico berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara serius sehingga benar-benar siap memasuki dunia kerja.

“Pelatihan yang diberikan ini harus menjadi modal ketika bekerja. Tak kalah penting, integritas dan karakter,” pesannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, menjelaskan pihaknya terus bergerak agresif menekan angka pengangguran melalui program pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas.

“Pelatihan ini diikuti 100 peserta yang terbagi dalam Pelatihan Barista (khusus penyandang disabilitas) sebanyak 20 orang, Pelatihan Alat Berat (Forklift) 20 orang, Pelatihan Safety 40 orang, dan Pelatihan Tata Kecantikan 20 orang,” jelasnya.

Setelah mengikuti pelatihan, kata Ramadan, para peserta akan dibekali legalitas profesional, seperti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing.

“Harapan kami, dengan bekal yang diberikan, para peserta bisa siap memasuki dunia kerja, khususnya penyandang disabilitas,” katanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN