Thursday, July 23, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pemko Medan Berencana Siapkan Paket Fardhu Kifayah untuk Warga Kurang Mampu

Mistar.idKamis, 23 Juli 2026 pukul 19.16 WIB
pemko_medan_berencana_siapkan_paket_fardhu_kifayah_untuk_warga_kurang_mampu

Wali Kota Medan, Rico Waas saat menerima audensi pengurus Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan di rumah dinasnya. (foto: Diskominfo Medan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Pemko Medan berencana menyediakan paket fardu kifayah kepada warga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam Desil 1 dan 2. Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Waas saat menerima audensi pengurus Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan di rumah dinasnya, Kamis (23/7/2026).

“Meski ada bantuan dari STM, situasi sulit juga sering dihadapkan pada warga kurang mampu, khususnya ekonomi. Untuk itu, rencananya akan siapkan paket fardu kifayah,” kata Rico.

Tak kalah penting dari fardu kifayah, Rico juga menyoroti peran bilal mayit. Khusus bagi umat muslim, bilal mayit memiliki tanggungjawab besar dalam mengurus jenazah.

“Bagi saya, keberadaan bilal mayit sangat berharga. Jenazah dimandikan dengan benar dan didoakan banyak orang. Tidak semua orang memiliki kesempatan mendapatkan pelayanan seperti itu, sehingga peran bilal mayit sangat berarti," ujarnya.

Politisi NasDem ini menilai peran bilal mayit sama pentingnya dengan tenaga kesehatan yang membantu proses kelahiran manusia. “Jika sejak lahir seseorang ditangani dokter dan bidan, maka ketika meninggal dunia, khususnya bagi umat Islam, terdapat bilal mayit yang bertugas mengurus jenazah hingga proses pemakaman. Makanya bilal mayit ini sangat berharga,” ucapnya.

Rico juga berharap setiap bilal mayit bisa memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat dan standar operasional (SOP). "Kalau dijalankan sesuai SOP, tentu kualitasnya akan semakin profesional. Karena itu, pemahaman mengenai tata cara bilal mayyit harus terus diperkuat," pesannya.

Sementara itu, Ketua Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, menyampaikan audiensi pihaknya sebagai sarana untuk memperkenalkan kepengurusan yang telah dilantik pada Agustus tahun lalu.

“Sebagian besar bilal mayit merupakan kalangan lanjut usia sehingga regenerasi menjadi kebutuhan mendesak. Karena itu, BMI terus mendorong pelatihan bagi pemuda, remaja, hingga guru sekolah agar semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengurus jenazah sesuai syariat,” katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN