Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pembukaan Gelar Melayu Serumpun ke-9 Tahun 2026 di Medan Berlangsung Meriah

Mistar.idMinggu, 28 Juni 2026 pukul 00.39 WIB
pembukaan_gelar_melayu_serumpun_ke9_tahun_2026_di_medan_berlangsung_meriah_

Pembukaan Gemes ke-9 Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Medan dengan mempersembahkan ragam tarian Melayu dari ratusan peserta. (foto: berry/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Pembukaan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke-9 Kota Medan 2026 menampilkan ragam tarian Melayu, khususnya Tari Serampang 12 yang dilakukan seluruh peserta Gemes 2026, Sabtu (27/6/2026) malam.

Gemes 2026 digelar di Lapangan Merdeka Medan selama tiga hari terhitung sejak, Sabtu (27/6/2026) hingga Selasa (30/6/2026). Gemes 2026 melibatkan 37 peserta dari berbagai daerah Indonesia maupun luar negeri.

Terdapat 9 peserta luar negeri di antaranya Malaysia 4 delegasi, Singapura 1, Thailand 1, Filipina 1, Korea Selatan 1 dan Tiongkok 1 delegasi. Kemudian Sumut 8 delegasi, Aceh 12 delegasi, Riau 2 delegasi, Kepri, Jambi, DKI dan Kalimantan Barat masing-masing 1 delegasi.

Pembukaan Gemes 2026 ditandai dengan pemukulan Gendang Pakpung yang dilakukan Menteri Pariwisata, Gubernur Sumut, Wali Kota Medan, Ketua DPRD Kota Medan, Sultan Deli ke-14, serta perwakilan delegasi dari luar negeri dan lainnya.

Gelar Melayu Serumpun ke-9. (foto: berry/mistar)

Wali Kota Medan, Rico Waas, mengatakan Gemes ke-9 tahun 2026 adalah agenda tahunan Kota Medan yang selalu dilaksanakan, bukan hanya menunjukkan festival dan pertunjukan, tapi untuk melestarikan kebudayaan Melayu.

"Patut rasanya kita memberikan ruang untuk kreasi anak negeri ini agar kebudayaan Melayu untuk kita pertunjukkan terus menerus ke depannya," ujar Rico.

Rico berharap kebudayaan Melayu bisa menjadi kekuatan semua pihak dalam bagian dari soft diplomasi dan memperkuat bangsa Indonesia melalui kebudayaan Melayu yang menjunjung tinggi adat istiadat, budaya, kesantunan dan agama.

"Maka Pemerintah Kota Medan terus berkomunikasi dengan para pemangku adat, Kesultanan Deli, para seniman maupun budayawan supaya kedepanya bisa merawat Kebudayaan Melayu di Medan," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN