Pakar Elektro USU Desak Modernisasi Jaringan Kelistrikan Sumatera dan Pemberian Dispensasi untuk Warga

Ilustrasi blackout sumatera. (foto: Gemini/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Insiden blackout massal yang melanda wilayah Sumatera baru-baru ini menjadi alarm keras bahwa modernisasi jaringan listrik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Sembari mendorong perbaikan struktural, pihak PLN juga didesak untuk memberikan kompensasi kepada masyarakat yang dirugikan.
Hal tersebut ditegaskan Pakar Elektro dari Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yulianta Siregar. Ia menyatakan perlunya dispensasi dari pihak PLN karena pemadaman skala besar ini telah merugikan masyarakat.
"Adanya dispensasi oleh pihak PLN karena pemadaman ini mengganggu usaha menengah serta penduduk yang membutuhkan listrik sebagai kebutuhan sehari-hari, seperti menghidupkan pompa air, memasak, dan lain-lain," ujarnya kepada Mistar, Jumat (29/5/2026).
Dari sudut pandang teknik elektro, Sekretaris program studi S2 Teknik Elektro USU itu memaparkan sejumlah langkah jangka pendek dan jangka panjang yang harus segera dilakukan agar gangguan serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Langkah jangka pendek (mitigasi cepat & optimalisasi):
1. Audit dan Kalibrasi Ulang Sistem Proteksi (Relay): Melakukan pengaturan ulang (setting) pada Under Frequency Relay (URF) dan Over Current Relay di seluruh gardu induk dan pembangkit. Skema pelepasan beban otomatis (Load Shedding) harus dievaluasi agar lebih responsif dan presisi agar pemadaman langsung di lokalisasi di area kecil.
2. Pembersihan Jalur Transmisi (Right of Way - ROW): Menggencarkan pemangkasan pohon dan penghalangan objek di sepanjang jalur SUTET 275 kV, terutama di zona rawan cuaca ekstrem untuk meminimalkan risiko hubung singkat.
3. Peningkatan Keandalan Black Start dan Island Mode: Memastikan semua PLTA dan generator diesel darurat di setiap sub-sistem dalam kondisi prima untuk melakukan Black Start, serta menguji kemampuan pembangkit besar untuk masuk ke Island Mode (beroperasi mandiri melayani beban lokal saat terpisah dari jaringan utama).
4. Optimalisasi Spinning Reserve (Cadangan Berputar): Memastikan alokasi margin daya cadangan yang cukup pada pembangkit di wilayah defisit. Generator tidak boleh dipaksa bekerja 100% penuh agar memiliki ruang (room to breathe) untuk menaikkan daya secara instan saat terjadi sentakan beban.
Sementara langkah jangka panjang (transformasi struktural & modernisasi):
1. Membangun Redudansi Jalur Transmisi: Mempercepat pembangunan jalur tol listrik alternatif (sirkit kedua atau jalur pesisir barat/timur Sumatera) untuk mengubah konfigurasi jaringan dari berbentuk garis lurus tunggal (spine/radial network) menjadi berbentuk jala (mesh network). Jika satu jalur terganggu, arus listrik otomatis dialirkan memutar tanpa memutus hubungan utara-selatan.
2. Modernisasi Menuju Smart Grid dan WAMS: Mengimplementasikan Wide Area Monitoring System (WAMS) dengan memasang Phasor Measurement Unit (PMU) di setiap titik kritis untuk mendeteksi ketidakstabilan dalam skala milidetik, serta menerapkan sistem otomatisasi Self-Healing yang mampu mengisolasi gangguan dan mengkonfigurasi ulang arah aliran daya secara mandiri.
3. Distribusi Pembangkit dan Integrasi Teknologi Baru:
Pemerataan Kapasitas Pembangkitan: Mengurangi ketergantungan Sumatera Bagian Utara pada pasokan daya dari Selatan dengan membangun pembangkit listrik baru di wilayah Utara, khususnya yang berbasis energi terbarukan lokal seperti panas bumi (geothermal) dan hidro.
4. Pemasangan BESS (Battery Energy Storage System) Skala Besar: Mengintegrasikan sistem baterai raksasa di gardu-gardu induk strategis sebagai penyangga (buffer) yang mampu menginjeksikan daya dalam hitungan milidetik guna menahan jatuhnya frekuensi sebelum spinning reserve sempat mengambil alih.
“Selama jalur redudansi transmisi belum sepenuhnya selesai dan distribusi pembangkit belum merata, sistem kelistrikan Sumatera akan tetap memiliki resiko mengalami kejadian serupa jika terjadi gangguan cuaca ekstrem di titik-titik kritis tol listrik tersebut,” ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Hindari Kelelahan, Keluarga Diminta Tak Berlebihan Sambut Jemaah






















