Hindari Kelelahan, Keluarga Diminta Tak Berlebihan Sambut Jemaah

Jemaah haji saat melaksanakan ibadah haji. (Foto: Baznas)
Medan, MISTAR.ID
Kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci selalu menghadirkan suasana haru dan kebahagiaan yang emosional di tengah keluarga. Namun, di balik rasa syukur yang membuncah tersebut, pihak otoritas keagamaan mengingatkan pihak keluarga agar tidak larut dalam euforia penyambutan yang berlebihan demi menjaga keselamatan fisik para jemaah.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengimbau pihak keluarga untuk lebih mengutamakan kondisi kesehatan dan kenyamanan fisik jemaah yang baru saja menempuh perjalanan udara jarak jauh dari Arab Saudi menuju Tanah Air.
Kasubbag Humas Kanwil Kemenag Sumut, Suci Ramadhani, menjelaskan jemaah haji umumnya mengalami penurunan stamina yang drastis akibat akumulasi kelelahan setelah menyelesaikan puncak ibadah haji yang berat di tengah cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, keluarga diminta menahan diri dan memberikan ruang isolasi mandiri yang cukup bagi jemaah sebelum membiarkan mereka menerima kunjungan tamu atau menggelar hajatan syukuran yang padat.
"Jemaah umumnya mengalami kelelahan setelah perjalanan jauh dan rangkaian ibadah yang cukup berat. Karena itu keluarga diimbau memberikan waktu istirahat yang cukup sebelum menerima banyak tamu atau melakukan aktivitas yang terlalu padat. Penyambutan yang terlalu ramai justru dikhawatirkan dapat menguras kondisi fisik jemaah, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pemulihan," kata Suci, Jumat (29/5/2026).
Terkait teknis kepulangan, Suci memaparkan bahwa mekanisme penjemputan jemaah didelegasikan berdasarkan zonasi wilayah asal jemaah guna menghindari penumpukan massa di satu titik.
Pihak keluarga dipersilakan menjemput langsung jemaah di Asrama Haji Medan dengan syarat tetap berkoordinasi bersama petugas Kemenag kabupaten/kota masing-masing.
Proses pemulangan akan difasilitasi penuh oleh panitia menggunakan armada bus menuju daerah asal, di mana pelepasan akhir akan dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota terkait.
Selain faktor kebugaran tubuh, Kemenag Sumut juga menitipkan pesan agar keluarga proaktif membantu jemaah dalam memeriksa kelengkapan barang bawaan dan dokumen penting, seperti koper, paspor, hingga sertifikat haji guna menghindari risiko tercecer atau hilang.
"Keluarga juga wajib membantu memenuhi kebutuhan kesehatan jemaah, termasuk obat-obatan rutin maupun pemeriksaan medis lanjutan apabila diperlukan. Hal ini sangat penting karena sebagian jemaah masih membutuhkan adaptasi dan penyesuaian kondisi tubuh pasca-perubahan cuaca yang drastis antara Arab Saudi dan Tanah Air," ucapnya.
Melalui imbauan ini, Kemenag menekankan bahwa bentuk penghormatan dan kasih sayang terbaik bagi para tamu Allah yang baru menyelesaikan perjalanan spiritualnya bukanlah kemewahan seremoni penjemputan, melainkan perhatian sederhana dalam menjaga kesehatan mereka agar tetap bugar setibanya di rumah.





















