Muhammadiyah Sumut Lepas Bantuan ke Masyarakat, Termasuk dari UEA

Pelepasan bantuan dari PWM Sumatera Utara kepada masyarakat terdampak bencana. Pada kesempatan ini juga sekaligus disalurkan bantuan 30 ton beras dari organisasi Uni Emirat Arab. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara (Sumut) melepas bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Bantuan yang disalurkan tersebut termasuk 30 ton beras dari organisasi nonpemerintah (NGO) asal Uni Emirat Arab (UEA).
Sekretaris PWM Sumut, Irwan Syahputra, mengatakan sebanyak tujuh truk yang membawa bantuan akan diberangkatkan ke tiga daerah terdampak di Sumut pada hari ini.
“Alhamdulillah, hari ini kita memberangkatkan bantuan ke tiga kabupaten dan kota, yakni Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga. Selanjutnya nanti secara bertahap juga ke daerah Tanjung Pura,” ujarnya kepada Mistar, Senin (22/12/2025).
Pada kesempatan yang sama, PWM Sumut juga menyalurkan amanah dari organisasi asal UEA berupa 30 ton beras yang akan dibagikan kepada masyarakat di Sumut dan Aceh.
“Sekaligus pada hari ini kita menjalankan amanah dari salah satu organisasi dari Uni Emirat Arab. Ada 30 ton beras yang kita bagikan ke Sumut dan Aceh,” ucap Irwan.
Irwan mengatakan Muhammadiyah akan terus membersamai para korban terdampak bencana hingga masa pemulihan selesai.
“Kita sudah memiliki skema kerja melalui posko-posko daerah yang ada. Kita juga punya komitmen untuk tidak menjadikan korban sebagai objek, tetapi terus membersamai para korban agar bisa kembali pulih dan bangkit,” tuturnya.
Ia menambahkan Muhammadiyah akan terus mendampingi masyarakat hingga masa pemulihan yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan 2026. Irwan juga menegaskan pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah dalam penanggulangan bencana.
“Insyaallah, kami mengikuti arahan pimpinan pusat. Masa tanggap darurat sampai Januari, dan kemungkinan recovery serta revitalisasi hingga sekitar bulan Juni atau lebih. Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah. Muhammadiyah juga bagian dari anak bangsa yang tidak bisa dipisahkan,” katanya.
Diketahui, penyerahan 30 ton beras dari organisasi asal UEA tersebut sempat menjadi sorotan publik. Bantuan itu sebelumnya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan, namun akhirnya tidak dapat diterima karena tidak sesuai dengan mekanisme Government to Government (G to G).
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sempat menanggapi hal tersebut. Ia menyatakan bantuan yang diterima Pemko Medan bukanlah G to G, melainkan berasal dari organisasi nonpemerintah (NGO) dari UEA.
Bobby juga membantah kabar pemulangan bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan dari NGO asal UEA itu diserahkan kepada organisasi yang ada di Indonesia, yakni Muhammadiyah.
“Nanti yang menyalurkan adalah Muhammadiyah, karena sekarang barangnya ada di gudang Muhammadiyah. Jadi bukan dipulangkan, tetapi diserahkan ke NGO juga, yaitu ke Muhammadiyah, dan selanjutnya disalurkan,” ujarnya, Jumat (19/12/2025). (hm25)




















