Mahasiswa STIS Bangga Terjun Langsung ke Zona Bencana Atas Arahan Presiden

Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi melepas keberangkatan Mahasiswa Polstat STIS di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/1/2026). (Foto: dok BPS RI)
Medan, MISTAR.ID
Penugasan mendadak untuk melakukan pendataan pascabencana di Sumatera memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa Politeknik Statistik STIS.
Salah satunya diungkapkan Krisna, mahasiswa asal Lampung yang kini duduk di semester enam, yang terpilih menjadi bagian dari angkatan pertama dalam sejarah STIS untuk misi kemanusiaan berbasis data tersebut.
Krisna menceritakan persiapan tim dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Awalnya, mereka dijadwalkan untuk membantu program BPS lain terkait Satu Data Indonesia (SDI), namun rencana tersebut berubah total setelah adanya arahan dari Direktur Utama STIS menyusul terbitnya Keputusan Presiden (Keppres).
"Persiapan kami sangat mendadak. Kami langsung diminta membantu kegiatan percepatan pascabencana ini. Karena ada arahan dari Keppres, kami segera beralih tugas demi mendukung penanganan bencana," kata Krisna, Rabu (14/1/2026).
Menjadi bagian dari angkatan pertama yang diterjunkan langsung ke area terdampak bencana memberikan kebanggaan tersendiri bagi para calon ahli statistik ini. Krisna mengaku antusias meskipun harus menghadapi tantangan di lapangan yang berbeda dari tugas-tugas statistik konvensional.
“Tentunya kami bangga karena bisa langsung terjun ke masyarakat untuk membantu percepatan penanganan bencana ini. Apalagi sebelumnya tidak pernah ada kegiatan seperti ini yang mendapatkan arahan langsung dari Bapak Presiden melalui pimpinan kami,” ucapnya.
Meski tidak bertemu secara fisik dengan Presiden Prabowo, Krisna menekankan bahwa semangat para mahasiswa tetap tinggi karena mengetahui data yang mereka kumpulkan akan menjadi dasar kebijakan penting bagi pemulihan wilayah Sumatera. Mereka akan fokus memotret kondisi riil masyarakat mulai dari kerusakan rumah hingga aset ekonomi yang hilang akibat bencana.


















