Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Ketua Komisi E DPRD Sumut Minta Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan

Mistar.idKamis, 19 Februari 2026 15.40
journalist-avatar-top
MA
ketua_komisi_e_dprd_sumut_minta_program_makan_bergizi_gratis_tetap_berjalan_selama_ramadan

Ketua Komisi E DPRD Sumatera utara, HM Subandi. (Foto: Ari/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara, Subandi, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Ia meyakini program tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Namun demikian, Subandi mengakui bahwa pelaksanaan program MBG selama Ramadan memerlukan penyesuaian teknis, khususnya terkait jenis makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Ia meminta dapur umum maupun penyedia makanan menyesuaikan menu agar tetap relevan dengan kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

“Kami meminta penyedia makanan untuk beradaptasi. Misalnya, menyediakan makanan atau kue yang bisa bertahan satu hingga dua hari dan dapat dibawa pulang. Dengan cara ini, makanan tetap bermanfaat dan tidak terbuang,” ujar Subandi kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, makanan yang disediakan dapat berupa makanan siap saji yang tahan lama atau kue bergizi yang bisa dikonsumsi saat berbuka puasa maupun sahur. Dengan pola distribusi tersebut, ia menilai manfaat program tetap dirasakan tanpa mengganggu ibadah puasa.

Subandi optimistis, melalui penyesuaian tersebut, program MBG dapat terus berjalan secara efektif tanpa mengorbankan tujuan utamanya, yakni memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi setiap hari.

“Program ini sangat penting dan tidak boleh berhenti, bahkan selama Ramadan. Kami ingin memastikan anak-anak terus menerima nutrisi yang cukup agar pertumbuhan mereka sesuai dengan usianya,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Ia menilai keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaat yang telah dirasakan masyarakat tidak kembali ke titik awal. Menurutnya, peningkatan gizi anak tidak boleh terhenti hanya karena datangnya bulan suci Ramadan.

“Jika program ini dihentikan, ada kekhawatiran asupan gizi anak akan terganggu dan capaian yang telah diraih bisa kembali ke nol. Hal inilah yang harus dihindari,” katanya.

Subandi juga menegaskan bahwa bantuan program MBG tetap sebesar Rp10.000 per orang. Ia berharap anggaran tersebut cukup untuk menyediakan makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Bantuan tetap Rp10.000 per orang. Yang terpenting kualitas gizinya terjaga dan target tetap tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, Komisi E DPRD Sumut akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan guna memastikan berjalan optimal, transparan, dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak yang membutuhkan.

Menurut Subandi, pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap program peningkatan gizi ini dengan tujuan jangka panjang menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

“Dengan komitmen bersama antara pemerintah, DPRD, dan penyedia layanan, diharapkan program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi langkah strategis dalam mendukung kesehatan serta masa depan generasi muda, termasuk selama bulan Ramadan,” pungkasnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN