Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
MEDAN

Ketua KAKAMMI Sumut Ungkap Dalang Kericuhan Halalbihalal di Kantor Gubernur

Mistar.idRabu, 22 April 2026 10.06
AN
MA
ketua_kakammi_sumut_ungkap_dalang_kericuhan_halalbihalal_di_kantor_gubernur

Ketua KAKAMMI Sumut, Abdul Rahim Siregar. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Acara halalbihalal dan pelantikan Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAKAMMI) Sumatera Utara yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026) lalu, berujung ricuh setelah sekelompok massa menyerbu lokasi kegiatan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KAKAMMI Sumut, Abdul Rahim Siregar, membantah keterlibatan dirinya dalam kasus pengeroyokan dan mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendeteksi potensi gangguan sejak awal acara berlangsung.

“Para pelaku ini diduga bagian dari kelompok yang dipimpin Irham Sadani Rambe. Mereka menolak pelantikan Hasan Basri sebagai Ketua KAMMI Sumut,” ujarnya melalui keterangan yang diterima Mistar, Rabu (22/4/2026).

Untuk menghindari konflik, Abdul Rahim menyebut pihaknya bahkan telah mengambil langkah kompromi dengan membatalkan agenda pelantikan KAMMI Sumut.

“Kami sudah menyerahkan waktu dan tempat kepada pihak Hasan Basri. Bahkan kami memastikan pelantikan tersebut tidak dilakukan di Aula Raja Inal Siregar. Namun, mereka tetap melakukan penyerangan,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Ia menjelaskan, kelompok massa tersebut tidak mengikuti rangkaian acara sejak awal. Mereka justru menunggu di luar gedung sebelum akhirnya masuk secara paksa sekitar pukul 11.30 WIB.

“Acara ini murni halalbihalal dan pelantikan KAKAMMI. Semua bisa melihat dari latar videotron dan saksi yang hadir,” tegas Rahim.

Diketahui, agenda tersebut berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne KAKAMMI. Prosesi pelantikan juga berjalan lancar, termasuk sambutan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya.

Namun, situasi berubah drastis setelah Wakil Gubernur meninggalkan ruangan. Sekelompok orang tiba-tiba masuk ke aula dan membuat keributan. Aksi tersebut dipimpin oleh Irwandi Pratama yang langsung berteriak dan menegur Abdul Rahim Siregar.

Kericuhan pun tak terhindarkan. Massa dilaporkan menyerang Nazmul Wathan, serta berupaya menyerang Hasan Basri. Upaya panitia dan tamu undangan untuk melerai tidak berhasil meredam situasi.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di Kantor Gubernur akhirnya turun tangan mengamankan kondisi. Meski begitu, insiden tersebut menyebabkan sejumlah korban.

Khairul Umam, anggota KAMMI dari Universitas Negeri Medan, mengalami luka serius di bagian kepala hingga pendarahan hebat. Sementara itu, seorang petugas Satpol PP, Rahmat Daulay, turut menjadi korban pemukulan hingga mengalami mimisan.

Terkait hal tersebut, Abdul Rahim mengecam keras tindakan anarkis tersebut dan memastikan pihaknya akan fokus pada penanganan korban serta menempuh jalur hukum.

“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan. Tindakan ini tidak mencerminkan sikap intelektual,” ucapnya. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN