Gunung Sitoli Kota Terbanyak Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Disusul Medan

Kepala Dinas P3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti (tengah). (foto: berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kota Gunung Sitoli menjadi daerah paling banyak angka kekerasan perempuan dan anak berdasarkan Aplikasi Simfoni P3AKB Sumut, yang berjumlah 213 kasus. Kota Medan berada di urutan kedua dengan jumlah 197 kasus, Kabupaten Asahan 174 kasus dan Kabupaten Deli Serdang 146 kasus.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Dwi Endah Purwanti SS MSi, mengatakan angka 213 itu bukan berarti Gunung Sitoli mutlak menjadi daerah dengan kasus terbanyak.
Menurutnya, hal itu tergantung karena ada atau tidak yang melaporkan terkait kekerasan yang dialaminya.
“Tergantung juga bagaimana Dinas P3AKB mengupgrade data yang ada pada aplikasi Simfoni. Tapi tidak bisa dipungkiri jika saat ini angka kekerasan yang paling tinggi ada di Gunung Sitoli, Medan, Asahan, dan Deli Serdang,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, Dwi meyakini banyak sekali masyarakat yang takut untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya. Ketakutan untuk melaporkan itu dilatarbelakangi rasa tabu/malu.
Selain itu, korban juga takut melapor jika ada hubungan relasi kuasa dari pelaku. Kemudian, ketidaktahuan masyarakat jika mereka bisa mendapatkan pendampingan.
“Kami berkomitmen setiap kali orang yang melaporkan tindak kekerasan akan kami lakukan pendampingan, ditindaklanjuti dan kalau diperlukan visum, visum repertum, visum psikiatrum, itu semuanya kita berikan,” katanya.
Jika perlu, P3AKB juga akan memberikan konsultasi klinis hingga pendampingan hukum karena pihaknya memiliki dua orang tenaga alih hukum yang telah disiapkan untuk mengawal kasus kekerasan.
PREVIOUS ARTICLE
Angka Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Capai 1.975 kasus

















