Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

DPRD Sumut: Kendaraan Tak Layak Jalan Harus Ditindak Tegas

Mistar.idSabtu, 3 Januari 2026 16.54
RY
MA
dprd_sumut_kendaraan_tak_layak_jalan_harus_ditindak_tegas_

Anggota DPRD Sumut Fraksi Partai Demokrat, Armyn Simatupang. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Anggota DPRD Sumatera Utara, Armyn Simatupang, meminta seluruh pemangku kepentingan di bidang transportasi mulai dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, pengelola jalan tol Jasa Marga, hingga aparat kepolisian lalu lintas untuk memperkuat koordinasi dalam menertibkan kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan selama arus balik libur Tahun Baru 2026.

Menurutnya, kesiapan Dinas Perhubungan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan alat uji kendaraan. Ia menegaskan bahwa kompetensi dan kesiapan petugas di lapangan juga menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kendaraan yang beroperasi benar-benar layak jalan.

“Ini bukan sekadar urusan teknis, tetapi menyangkut keselamatan dan nyawa para pengguna jalan saat arus balik,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (3/1/2026).

Ia mengaku masih menemukan banyak kendaraan bertonase besar seperti truk, tronton, trailer, hingga bus yang melintas di ruas Tol Sumatera Utara tanpa perlengkapan penerangan yang memadai. Ia secara khusus menyoroti kondisi lampu belakang dan reflektor yang tidak berfungsi, padahal komponen tersebut berperan penting sebagai penanda visual bagi pengendara lain.

Ia menjelaskan, pada malam hari, sejumlah titik jalan tol terutama di sekitar gerbang, persimpangan, dan jalur keluar memiliki pencahayaan terbatas. Dalam kondisi tersebut, keberadaan kendaraan berat tanpa lampu belakang sangat berisiko dan dapat memicu kecelakaan serius. Pengemudi yang melaju di lajur kiri, kata Armyn, sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi ketika jarak pandang berkurang.

Selain persoalan lampu, ia turut menyinggung masih lemahnya kepatuhan terhadap ketentuan penggunaan reflektor pada kendaraan berat sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor. Ia menegaskan, kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan semestinya tidak diberi izin untuk melintas di jalan tol.

Ia menilai peningkatan volume lalu lintas selama arus balik harus diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat, khususnya terhadap kendaraan besar yang dinilai masih kerap mengabaikan standar keselamatan.

“Keselamatan di jalan tol harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kecelakaan terus terjadi akibat kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah,” tegas anggota Komisi D DPRD Sumut tersebut.

Kepada masyarakat yang tengah melakukan perjalanan arus balik Tahun Baru 2026, ia mengingatkan agar tidak mengesampingkan aspek keselamatan demi mengejar waktu. Ia meminta pengendara memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melanjutkan perjalanan.

Anggota Legislatif dari Daerah Pemilihan Sumut V yang meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, dan Kota Tanjungbalai ini turut menanggapi prediksi Dinas Perhubungan Sumut yang memperkirakan puncak arus balik terjadi pada 1–4 Januari 2026 dengan jumlah pergerakan orang masuk ke Sumut mencapai sekitar 5,53 juta.

Menurutnya, lonjakan kendaraan pada periode tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak disertai kewaspadaan pengendara serta kesiapan kendaraan. Ia pun mengingatkan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, mengendalikan kecepatan, dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah.

“Kelelahan pengemudi masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas, terutama setelah libur panjang. Jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat. Jangan memaksakan diri karena dampaknya bisa fatal,” tuturnya.

Selain itu, Armyn mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan rawan kecelakaan maupun wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam, mengingat cuaca ekstrem masih melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Ia berharap seluruh elemen, baik masyarakat maupun instansi terkait, dapat berperan aktif menciptakan perjalanan arus balik yang aman dan nyaman.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan disiplin dan kepedulian, angka kecelakaan dapat ditekan,” katanya. (hm06)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN