Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
MEDAN

Dimas Sofani Lubis: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Kebanggaan Indonesia di Mata Dunia

Mistar.idMinggu, 31 Mei 2026 pukul 17.27 WIB
dimas_sofani_lubis_pancasila_pemersatu_bangsa_dan_kebanggaan_indonesia_di_mata_dunia

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa yang patut dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia, tak terkecuali masyarakat Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis, saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (31/5/2026).

"Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa. Kita sebagai masyarakat harus bangga dengan Pancasila," ucap dr Dimas dalam kesempatan yang dihadiri Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe, Lurah Asam Kumbang, Reyza Fahlevy Lubis, dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Dadang Darmawan Pasaribu.

Anggota Komisi III DPRD Kota Medan itu mengatakan, Pancasila pernah diperkenalkan secara langsung oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, di hadapan negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Saat Ir Soekarno menyampaikan konsep dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di hadapan PBB, Pancasila mendapatkan sambutan hangat dari dunia. Dunia menilai Pancasila sebagai sebuah konsep dasar negara yang sangat baik. Karena itu, kita sebagai warga negara patut membanggakan Pancasila," ujarnya.

Dr Dimas mengatakan, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara dan ideologi bangsa. Akan tetapi, Pancasila juga merupakan alat pemersatu bangsa di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia.

"Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan golongan. Indonesia sangat majemuk dan beraneka ragam. Namun, dengan Pancasila, seluruh perbedaan itu dapat dipersatukan dengan sempurna dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan justru menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia," katanya.

Dr Dimas berharap, ke depan seluruh warga negara Indonesia, khususnya masyarakat Kota Medan, dapat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

"Mari kita amalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," katanya.

Sementara itu, Dosen Fakultas FISIP USU, Dadang Darmawan Pasaribu, yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan tersebut, mengatakan wawasan kebangsaan merupakan cara pandang warga negara dalam melihat kondisi bangsa saat ini.

"Sayangnya, saat ini masih banyak masyarakat yang tidak memiliki wawasan kebangsaan. Untuk itu, seluruh masyarakat wajib meningkatkan wawasan kebangsaannya. Kita harus memahami apa yang sedang terjadi dengan bangsa kita saat ini," tuturnya.

Sepakat dengan apa yang disampaikan dr Dimas, Dadang Darmawan juga mengajak masyarakat untuk berbangga hati terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Di hadapan PBB, Ir Soekarno bahkan mengatakan bahwa Pancasila yang berbicara tentang ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan musyawarah mufakat, serta keadilan sosial merupakan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa di dunia. Sebagai warga negara, kita harus bangga dengan Pancasila," pungkasnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN