Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Andar Amin Harahap Harus Berani Evaluasi Arah Kepemimpinan Golkar Sumut

Mistar.idSelasa, 3 Februari 2026 10.16
EH
MA
andar_amin_harahap_harus_berani_evaluasi_arah_kepemimpinan_golkar_sumut

Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara terpilih, Andar Amin Harahap. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Setelah terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatra Utara (Sumut), Andar Amin Harahap diharapkan berani melakukan evaluasi mendalam mengenai tujuan memimpin Golkar Sumut.

Hal ini disampaikan Pengamat Politik Sumut, Shohibul Anshor Siregar, Selasa (3/2/2026). Menurut Shohibul, jabatan sebagai Ketua Golkar Sumut harus dibarengi dengan kejelasan arah masa depan kepemimpinan dan keberanian politik.

Apalagi jika sejak awal ia mengetahui tidak memiliki ruang untuk maju sebagai calon gubernur, sebagaimana yang pernah dijalani Musa Rajekshah (Ijeck).

“Saya kira Andar Amin Harahap pada titik ini harus mengevaluasi untuk apa ia menjadi Ketua Golkar Sumut, jika ia tahu tak boleh menjadi calon gubernur seperti Ijeck,” ujar Shohibul pada Mistar, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, Andar Amin tidak cukup hanya menerima skenario politik yang digariskan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

Ia dituntut mengirimkan sinyal politik yang kuat kepada Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia dan jajaran DPP agar kepemimpinannya tidak sekadar menjadi alat pelaksanaan keputusan pusat.

“Ia harus memberi sinyal kuat kepada Bahlil Lahadalia dan seluruh jajaran DPP Golkar agar tidak sekadar mengikuti skenario DPP Golkar menyingkirkan Ijeck dari arena,” ucapnya.

Di bawah kepemimpinan Andar Amin, Sumut seharusnya mampu menjadi contoh bagaimana mekanisme internal partai dijalankan secara wajar, adil, dan patut diapresiasi oleh pimpinan pusat.

“Andar harus mampu memberi contoh mekanisme yang wajar dan harus mampu mengurus rumah tangga lokal partai,” katanya.

Ia mengingatkan, apabila Andar Amin hanya diposisikan sebagai “sekrup cabang” tanpa kemandirian dan ruang pengambilan keputusan strategis, maka pengorbanan politik yang telah diberikan akan menjadi terlalu mahal.

“Jika Andar Amin Harahap hanya akan diposisikan sebagai sekrup cabang, maka terlalu besar pengorbanan yang sudah dipersembahkan, betapa pun cintanya ia kepada Golkar,” ucap akademisi FISIP UMSU itu. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN