Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Akses Jalan Sumut-Aceh Sudah Bisa Dilalui

Mistar.idMinggu, 14 Desember 2025 pukul 11.11 WIB
akses_jalan_sumutaceh_sudah_bisa_dilalui

Akses jalan Sumut-Aceh sudah bisa dilalui. (Foto: Dok. Kementerian PU)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Akses jalan strategis lintas timur di Sumatra Utara (Sumut) sudah bisa dilalui kendaraan, Minggu (14/12/2025). Sebelumnya jalan sempat memutus jalur penghubung antara wilayah Sumut dan Aceh akibat banjir dan longsor.

Ruas lintas timur memiliki peran vital karena menghubungkan Medan, Binjai, Pangkalan Brandan, Tanjung Pura, hingga kawasan perbatasan Aceh, sehingga menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa percepatan penanganan jalan dan jembatan telah dilakukan agar aktivitas masyarakat serta penyaluran logistik dapat kembali berjalan normal.

“Paska bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, pembukaan kembali jalur transportasi menjadi prioritas utama sebelum pemerintah berbicara lebih jauh mengenai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur,” ujar Dody dalam keterangan resmi, dilansir dari detikfinance.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan mengerahkan 96 unit alat berat, 6 unit peralatan pendukung, serta 1.957 unit material penanganan bencana.

Seluruh sumber daya ini difokuskan pada pembukaan akses, perbaikan darurat, serta pembersihan sisa material banjir.

Berdasarkan data sementara, bencana alam ini berdampak pada 12 ruas jalan nasional dan 4 jembatan nasional, serta 21 ruas jalan daerah dan 4 jembatan daerah yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Proses penanganan darurat dilakukan secara bertahap agar jalur-jalur penting tetap dapat difungsikan.

Sementara itu, seluruh ruas jalan tol terdampak di Sumatera Utara telah kembali beroperasi. Namun, pada ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi masih diterapkan rekayasa lalu lintas contraflow sejak 4 Desember 2025. Kementerian PU menargetkan pengoperasian normal penuh dapat dilakukan sebelum 16 Desember 2025.

Selain memulihkan konektivitas, penanganan bencana di Sumatera Utara juga diarahkan pada pengendalian banjir serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Di sektor sumber daya air, tercatat 51 sungai, 7 bendung, dan 9 sistem air baku mengalami dampak. Kementerian PU terus melakukan pendataan kerusakan sekaligus penanganan darurat guna menjaga fungsi pengendalian banjir dan ketersediaan air bersih.

Pada sektor permukiman, kerusakan tercatat pada 34 unit infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Instalasi Pengolahan Air (IPA). Untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga, bantuan darurat disalurkan berupa 66 hidran umum, 8 mobil tangki air, 21 unit toilet portabel, 4 unit biority, 3 mobil toilet, serta 1 unit pipa mobile.

Bencana juga berdampak pada berbagai fasilitas sosial strategis, antara lain 231 unit sekolah, 121 madrasah, 39 pondok pesantren, 18 pasar, 9 fasilitas kesehatan, dan 36 rumah ibadah. Data tersebut menjadi landasan pemerintah dalam menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN