Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KULINER

Es Pisang Ijo Rekomendasi Takjil Berbuka Puasa di Medan

Mistar.idSelasa, 24 Februari 2026 pukul 06.00 WIB
es_pisang_ijo_rekomendasi_takjil_berbuka_puasa_di_medan

Es pisang ijo. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Takjil atau menu berbuka puasa menjadi yang paling banyak dicari oleh masyarakat saat Ramadan. Es pisang ijo bisa menjadi pilihan untuk dicoba sebagai santapan awal berbuka puasa.

Nur Aini Pangaribuan, penjual es pisang ijo di Kota Medan sudah berjualan selama satu dekade lamanya. Ramadan selalu menjadi momentum istimewa baginya untuk berjualan takjil.

"Saya jualan es pisang ijo ini sudah dari 2016, awalnya dulu saya jualan di Tasbi I dekat bundaran waktu itu saya jualannya masih pakai mobil," ujarnya kepada Mistar, Senin (23/2/2026).

Es pisang ijo di Kota Medan memang tidak sepopuler kolak, toge panyabungan, dan nasi lemak. Wajar saja, makanan manis ini merupakan ciri khas dari Kota Makassar. Belum banyak tempat untuk mencobanya di Medan.

"Saya pernah ke Makassar, tapi jujur memang saat itu saya tidak coba es pisang ijo di sana. Di sini kepikiran aja biasanya kan kalau Ramadan itu banyak takjil, jadi sama temen-temen mikir kenapa tidak buat takjil es pisang ijo saja," ucap Aini.

Sepuluh tahun berlalu, kini ia sudah memiliki 4 outlet es pisang ijo di Kota Medan dan bisa menjual puluhan porsi setiap harinya. Di antaranya di Jalan Karya Wisata, Komplek Tasbi dan satu di Jalan Setia Budi.

"Berawal dari iseng awalnya 10 porsi, naik 20 porsi, Alhamdulillah sudah 10 tahun ini, es pisang ijo ini sudah jadi ladang rezeki saya," ujarnya.

Seperti namanya es pisang ijo berbahan utama pisang yang dibalut adonan berwarna hijau dan tambahan sirup merah. Hidangan ini kerap dimakan dalam kondisi dingin karena ditambah es batu.

"Kalau pembuatannya, pertama fla putih. Kalau kita bilang seperti bubur sumsumnya lebih kental, kalau aslinya lebih cair. Itu karena kalau pelanggan kita kan banyak dibawa pulang dan untuk berbuka jadi biar gak gampang cair," tutur Aini.

Penjual es pisang ijo di Kota Medan, Nur Aini Pangaribuan. (Foto: Mhd. Iqbal/Mistar)

Aini mengatakan dirinya tetap mempertahankan kualitas pisang yang dipakai. Menurutnya pisang menjadi penentu cita rasa dari es pisang ijo tersebut.

"Lalu santan, tepung, gula, pandan dan garam itu bahan yang wajib. Nah kalau pisangnya saya tetap menggunakan pisang raja, saya tidak akan ganti dengan jenis pisang lain, karena itu ciri khas aslinya dan pisang raja lebih manis," ujarnya.

Aini sendiri mengaku bukan dan tidak memiliki garis keturunan Makassar. Sebab itu, dirinya tidak memiliki resep asli dari es pisang ijo yang dijualnya.

"Untuk resep awalnya dulu dari youtube saja, saya pilih beberapa referensi dan saya coba gabungkan. Tapi kurang lebih hampir satu tahun juga saya baru menemukan resep yang baku," ucapnya.

Ia pun terbuka dengan masukan para konsumen yang juga banyak berdarah Makassar yang tinggal di Kota Medan. Berawal dari saran-saran tersebut, Aini kini telah menemukan resep sempurna untuk membuat es pisang ijo.

"Konsumen saya juga banyak orang Makassar, nah konsumen ini juga yang kadang berikan masukan untuk rasa es pisang ijo saya," tuturnya.

Salah seorang pembeli, Geri, mengaku menyukai es pisang ijo sebagai menu berbuka puasa.

"Sebelumnya sudah pernah coba es pisang ijo ini, enak untuk dijadikan menu berbuka, karena manis dan menyejukkan," katanya.

Saat ini Aini menjual dagangannya dengan nama es pisang ijo Mbak Ai. Dirinya menghargai es pisang ijo buatannya seharga Rp 18.000 per porsi. Selain itu, ia juga menjual berbagai macam takjil lainnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN