Ratusan Suspek Campak di Sumut, IDAI Kritik Upaya Pencegahan di Puskesmas

Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah, Sp.A(K). (foto: berry/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Utara (Sumut), dr Rizky Adriansyah, Sp.A(K), menyoroti ratusan kasus suspek campak dan 18 kasus positif di wilayah Sumut pada awal tahun 2026.
Menurutnya, itu data yang memalukan dari catatan Dinas Kesehatan Sumut. Dari total 387 suspek, 18 dinyatakan positif hingga Maret 2026 adalah rekor buruk.
"Terlebih penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Medan dan Deli Serdang yang notabene adalah pusat pemerintahan dan ekonomi menunjukkan kegagalan di jantung provinsi," ujarnya, Senin (16/3/2026).
Dokter Rumah Sakit Umum Haji Medan itu, mengatakan tingginya angka suspek menunjukkan upaya preventif di tingkat Puskesmas di Medan dan Deli Serdang tidak berjalan optimal.
Selain itu, dirinya menegaskan penetapan status KLB campak akan membuat beban ganda difasilitasi kesehatan khususnya Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik dan RS lainnya.
"Mereka (RS lainnya) yang seharusnya fokus kepada kasus rujukan kompleks, kini harus kembali mengurus penyakit (campak) yang seharusnya tuntas di level primer (puskesmas)," ucapnya.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















