Kasus Campak Tinggi di Sumut, Ketua IDAI: Tata Kelola Program Imunisasi Buruk

Campak. (Foto: RS Aceh)
Medan, MISTAR.ID
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatra Utara (Sumut), dr. Rizky Adriansyah, Sp.A(K), menilai tingginya angka kasus campak di awal 2026 bukan karena banyak orang tua yang menolak anaknya divaksin atau adanya isu antivaksin.
"Menurut saya masalah utamanya mengapa kasus campak kembali merebak di Indonesia karena tata kelola program imunisasi yang masih buruk," ujarnya kepada Mistar, Senin (16/3/2026).
Masalah utamanya, dijelaskan Rizky, sering kali berkaitan dengan akses layanan kesehatan.
"Banyak orang tua yang sebenarnya mau memvaksinasi anaknya, namun terhalang beberapa kendala. Misalnya logistik vaksin yang kosong, jadwal posyandu tidak konsisten, atau kurangnya tenaga di lapangan," tuturnya.
Dokter Rumah Sakit Umum Haji Medan tersebut mengatakan, penyebab lainnya termasuk edukasi pemerintah yang gagal membuat ketidakpercayaan warga masih tinggi, artinya strategi komunikasi kesehatannya gagal total.
Pemerintah terlalu sibuk dengan gimmick digitalisasi dan lupa mengedukasi masyarakat secara humanis.
"Dampak pandemi yang belum tuntas juga harus diakui ada immunity gap pasca pandemic yang tidak dikejar dengan serius. Catch-up Immunization yang hanya sebatas seremonial," katanya. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Lonjakan Kasus Campak di Sumut Bukan Sekadar Angka Statistik























