Pisang Matang atau Mentah, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Pisang menjadi salah satu buah yang paling mudah ditemukan di negara tropis seperti Indonesia. Meski demikian, setiap orang memiliki selera berbeda dalam menikmati buah ini. Ada yang lebih menyukai pisang matang, sementara sebagian lainnya memilih pisang yang masih mentah.
Ternyata, tingkat kematangan pisang juga memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh.
Hal tersebut sempat ramai dibahas melalui unggahan akun Instagram @fitness_meals yang menampilkan 15 pisang dengan tingkat kematangan berbeda, mulai dari paling mentah hingga paling matang.
Dalam unggahan tersebut, admin akun menuliskan pilihannya berada di antara pisang nomor lima dan enam. Warganet pun ramai memberikan pendapat masing-masing, dengan sebagian besar memilih tingkat kematangan di nomor delapan hingga sepuluh.
Lalu, pisang mana yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan?
Seorang ahli gizi dan penulis panduan diet di Inggris menjelaskan bahwa setiap tingkat kematangan pisang memiliki manfaat tersendiri, tergantung kondisi kesehatan seseorang.
“Pisang merupakan sumber kalium dan nutrisi yang baik bagi tubuh. Setiap tingkat kematangan memiliki manfaat berbeda,” ujarnya kepada Daily Mail dikutip, Kamis (28/5/2026).
Bagi penderita diabetes, pisang yang belum terlalu matang dinilai lebih baik dikonsumsi. Hal itu karena kandungan pati pada pisang mentah belum sepenuhnya berubah menjadi gula.
Penelitian menunjukkan sekitar 80 hingga 90 persen karbohidrat dalam pisang mentah masih berbentuk pati. Saat pisang semakin matang, pati tersebut akan berubah menjadi gula alami.
Karena itu, konsumsi pisang yang terlalu matang dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat pada penderita diabetes.
Di sisi lain, pisang matang justru lebih mudah dicerna. Teksturnya yang lembut membuat buah ini cocok dikonsumsi orang yang memiliki masalah pencernaan atau kesulitan mengolah makanan tertentu.
Ketika pati berubah menjadi gula, pisang menjadi lebih lunak dan mudah diproses tubuh. Sementara itu, pisang yang sudah berwarna kecokelatan atau sangat matang diketahui memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi.
Menurut artikel yang diterbitkan Spoon University, saat warna pisang semakin cokelat, kandungan klorofil di dalamnya berubah dan memicu peningkatan antioksidan. Semakin matang pisang, semakin tinggi pula kadar antioksidannya.
Meski demikian, ahli menegaskan kandungan nutrisi utama dalam pisang sebenarnya tidak banyak berubah. Yang membedakan hanyalah rasa, tekstur, serta cara tubuh memproses kandungan gulanya.
Karena itu, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing orang.
PREVIOUS ARTICLE
Tips Tetap Aman Makan Daging Bagi Penderita Kolestrol



















