Friday, June 5, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Mabuk Perjalanan: Gejala, Penyebab, dan Siapa yang Paling Berisiko

Mistar.idSabtu, 28 Maret 2026 17.10
journalist-avatar-top
BS
mabuk_perjalanan_gejala_penyebab_dan_siapa_yang_paling_berisiko

Ilustrasi masyarakat yang alami mabuk perjalanan di berbagai jenis transportasi. (foto: GeminiAI/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis, M.Ked (PD), Sp.PD, menjelaskan bahwa mabuk perjalanan atau motion sickness merupakan kumpulan gejala yang muncul sebagai respon tubuh terhadap gerakan yang dipersepsikan.

Menurut Allif, mabuk perjalanan terjadi karena ketidakcocokan stimulus neural dari visual dan sistem vestibular di otak. Hal ini memicu berbagai gejala yang dapat dialami saat berada di kendaraan.

"Gejala yang dialami beragam, sering berupa mual, muntah, perut tidak nyaman, kehilangan nafsu makan, lemas, keringat dingin, kepala pusing, kehilangan keseimbangan, hingga pingsan," ujar Allif, Sabtu (28/3/2026).

Dokter Klinik Utama Rawat Jalan RL Dermatoclinic ini menyebut beberapa faktor yang meningkatkan risiko mabuk perjalanan, antara lain jenis kelamin, usia, level kebugaran, kondisi medis, dan hormon.

"Pertama, jenis kelamin. Perempuan biasanya lebih peka terhadap mabuk perjalanan dibanding laki-laki," ujarnya.

Kedua, usia. Mabuk perjalanan biasanya muncul pada anak usia enam tahun, dengan frekuensi tertinggi di usia sembilan tahun. Pada remaja, kejadian ini menurun, sedangkan pada orang tua lebih jarang terjadi.

Ketiga, level kebugaran. Orang dengan level aerobic fitness tinggi cenderung lebih peka terhadap mabuk perjalanan karena sistem autonomi mereka lebih reaktif.

Keempat, kondisi medis. Pasien dengan vertigo, patologi vestibular, penyakit Meniere, dan migraine berisiko lebih tinggi mengalami mabuk perjalanan.

Terakhir, faktor hormonal. Fluktuasi hormon saat hamil atau siklus menstruasi dapat meningkatkan kepekaan terhadap mabuk perjalanan, kata dokter Rumah Sakit Umum Alfuadi Binjai ini. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN