Kisah Haley Schoen, Wanita Missouri Alami 5 Stroke setelah Pijat Kretek

Ilustrasi sakit (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Haley Schoen, wanita asal Missouri, Amerika Serikat, membagikan perjalanan hidupnya setelah mengalami lima kali stroke. Semua bermula dari keluhan nyeri di leher yang ia kira hanya saraf terjepit, muncul usai melompat dari ketinggian sekitar 4,5 meter ketika panjat tebing pada Januari 2019.
Awalnya Haley mengabaikan rasa tidak nyaman itu. Namun beberapa hari kemudian, rekan kerjanya melihat ia berjalan tidak stabil. Ia juga mulai merasakan mati rasa pada salah satu jari kaki. Karena merasa ada yang tidak beres, Haley memutuskan mendatangi seorang chiropractor untuk mengatasi keluhan lehernya.
Menjalani Pijat ‘Kretek’ hingga Tiga Kali
Haley menjalani terapi pijat ‘kretek’ sebanyak tiga sesi. Saat sesi ketiga, ia merasakan tekanan kuat dan sensasi hangat di pangkal tengkorak. Belakangan ia menyadari bahwa sensasi tersebut merupakan tanda peringatan adanya robekan arteri yang kemudian memicu stroke.
Sekitar seminggu setelah terapi, Haley mulai mengalami perubahan emosi, kebingungan, dan sering menangis tanpa alasan. Kondisi itu membuatnya akhirnya pergi ke rumah sakit.
Dari pemeriksaan CT scan, dokter menemukan robekan pada kedua arteri vertebralis yang bertugas memasok darah ke otak. Cedera itu telah menyebabkan empat kali stroke sejak ia jatuh dari dinding panjat serta menjalani pijat ‘kretek’. Stroke kelima bahkan terjadi saat ia berada di rumah sakit.
Dokter meyakini robekan pertama kemungkinan besar terjadi saat ia melakukan lompatan saat panjat tebing, sementara robekan berikutnya mungkin timbul selama atau setelah terapi pijat.
Cedera Memicu Gangguan Otak
Robekan di arteri menyebabkan aliran darah tidak stabil dan memicu stroke di kedua sisi otaknya. Haley dirawat selama seminggu dan harus kembali belajar berjalan dari awal.
Setelah pulang, ia diwajibkan menerima suntikan pengencer darah setiap hari selama tiga bulan. Arteri yang robek menciptakan permukaan tidak rata yang memudahkan terbentuknya gumpalan dan berpotensi memicu stroke tambahan. Karena riwayat strokenya, Haley tidak boleh bekerja maupun mengemudi.
“Saya yang dulunya bekerja memotret dan menjual rumah bernilai jutaan dolar, tiba-tiba harus belajar berjalan lagi,” katanya. Perubahan drastis itu membuatnya cukup traumatis. Ia merasa seolah seluruh kerja kerasnya menghilang begitu saja dalam waktu singkat.
Masih Mengalami Kendala Sehari-hari
Saat ini Haley masih mengalami gangguan persepsi kedalaman, sehingga sering salah menilai jarak dan tidak sengaja membenturkan wajah ke lemari atau benda lain. Kondisi tersebut membuat aktivitas harian terasa lebih menantang bagi dirinya.




















