Kebiasaan Tidur Pengaruhi Kesehatan Jantung

Ilustrasi. (Foto: Dinkes Banda Aceh)
Jakarta, MISTAR.ID
Bukan hanya durasi tidur yang penting, konsistensi waktu tidur juga berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung. Para ahli mengingatkan, kebiasaan tidur dengan jam yang berubah-ubah setiap hari dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular dalam jangka panjang.
Ahli jantung Douglas Zuckermann menjelaskan tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan teratur untuk menjalani proses pemulihan setiap malam. Ketika pola tidur sering berubah, mekanisme pemulihan tersebut menjadi terganggu.
"Hal ini menyebabkan peningkatan hormon stres, seperti kortisol, peningkatan tekanan darah saat tidur, dan peradangan yang lebih banyak, semua itu memberi tekanan ekstra pada jantung dan pembuluh darah. Jika ini terus terjadi, jantung akan bekerja lebih keras dan meningkatkan risiko terkena masalah, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung," kata Douglas, dilansir dari detikhealth, Minggu (31/5/2026).
Berikut sejumlah alasan mengapa jadwal tidur yang tidak konsisten dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung:
Mengacaukan jam biologis tubuh
Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yakni sistem biologis yang mengatur berbagai fungsi penting selama 24 jam, mulai dari pelepasan hormon, suhu tubuh, hingga siklus tidur dan bangun.
Menurut ahli kardiologi Cynthia A. Kos, perubahan jam tidur yang tidak menentu dapat mengganggu ritme tersebut dan memengaruhi kerja jantung.
"Jadwal tidur yang tidak teratur mengganggu jam biologis utama tubuh Anda, atau ritme sirkadian, yang mengatur fungsi vital seperti detak jantung dan tekanan darah," jelas Cynthia.
"Gangguan ini dapat menyebabkan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatik, membuat tubuh Anda tetap dalam keadaan 'bertarung atau lari', yang meningkatkan stres pada jantung Anda seiring waktu."
Tekanan darah tidak turun optimal saat malam
Secara normal, tekanan darah akan menurun ketika seseorang tidur. Namun, pola tidur yang berantakan dapat menghambat proses alami tersebut.
Ahli jantung Caroline Ball mengatakan kondisi ini membuat tekanan darah tetap tinggi lebih lama dan meningkatkan beban pada pembuluh darah.
"Penurunan tekanan darah (penurunan alami tekanan darah selama tidur) pada malam hari adalah bagian dari ritme sirkadian alami tubuh, dan pasien yang tidak mengalami penurunan tekanan darah berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular," kata Ball.
Memengaruhi metabolisme tubuh
Jadwal tidur yang berubah-ubah juga berdampak pada pola makan dan penggunaan energi. Saat kurang tidur, seseorang cenderung lebih sering mengonsumsi makanan atau minuman tinggi kalori untuk mengatasi rasa lelah.
Ball menjelaskan kondisi tersebut dapat mengganggu metabolisme, memengaruhi pengolahan gula darah, serta mengubah regulasi nafsu makan.
"Kurang tidur juga dapat memengaruhi kepatuhan Anda terhadap kebiasaan yang menyehatkan jantung lebih sulit untuk membuat pilihan makanan yang baik dan berolahraga secara teratur ketika Anda lelah," kata Ball.
Berbagai penelitian menunjukkan kualitas dan keteraturan tidur yang buruk berkaitan dengan tekanan darah tinggi, sindrom metabolik, hingga peningkatan indeks massa tubuh yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.
Meningkatkan peradangan kronis
Selain memengaruhi metabolisme, tidur yang tidak teratur juga dikaitkan dengan munculnya peradangan berkepanjangan dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu aterosklerosis, yakni penumpukan plak pada dinding arteri.
Cynthia menyebut ketidakstabilan jam tidur maupun durasi tidur berhubungan dengan peningkatan risiko penyumbatan pembuluh darah.
Sementara itu, Douglas menambahkan gangguan tidur dapat mengacaukan keseimbangan hormon serta proses pengaturan gula darah yang pada akhirnya membebani sistem kardiovaskular.
"Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon tubuh, meningkatkan peradangan, dan mengganggu metabolisme glukosa, yang semuanya dapat membebani sistem kardiovaskular dan berkontribusi pada perkembangan penyakit," kata Douglas.
Menariknya, bukan hanya kurang tidur yang perlu diwaspadai. Douglas mengatakan tidur terlalu lama juga berpotensi mengganggu ritme sirkadian dan metabolisme tubuh, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah, peradangan, serta risiko penyakit jantung. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
BBPOM Medan Beritahu Cara Penyimpanan Daging Kurban yang Benar






















