Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Diabetes Tipe 2 pada Remaja Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 14.36 WIB
diabetes_tipe_2_pada_remaja_meningkat_kenali_gejala_dan_cara_mencegahnya

Ilustrasi pemeriksaan diabetes tipe 2 (Foto: Istimewa/Mistar)


Tiga gejala klasik diabetes dikenal sebagai 3P, yaitu:

  1. Poliuria: Frekuensi buang air kecil meningkat, termasuk pada malam hari.
  2. Polidipsia: Rasa haus berlebihan sehingga anak lebih sering ingin minum.
  3. Polifagia: Rasa lapar yang meningkat meskipun sudah makan.

Selain gejala tersebut, terdapat tanda lain yang perlu diperhatikan, seperti mudah lelah, sering mengantuk, serta penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

Tanda pada kulit juga dapat menjadi petunjuk. Salah satunya adalah acanthosis nigricans, yaitu kondisi ketika kulit di area lipatan, seperti leher dan ketiak, terlihat lebih gelap serta menebal.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan resistensi insulin, tetapi tidak secara otomatis memastikan seseorang menderita diabetes.

Apabila anak mengalami gejala yang mencurigakan, orang tua sebaiknya membawa anak berkonsultasi dengan tenaga medis. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan apakah terdapat gangguan kadar gula darah.

Mengapa Berat Badan Berlebih Berpengaruh?

Kelebihan lemak tubuh, khususnya lemak yang menumpuk di sekitar organ perut, berkaitan dengan peningkatan risiko resistensi insulin. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.

Aktivitas fisik turut berperan dalam proses tersebut. Otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi, sehingga bergerak secara teratur membantu tubuh memanfaatkan gula darah dengan lebih baik.

Sebaliknya, kebiasaan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik dapat memperburuk keseimbangan energi apabila disertai konsumsi kalori berlebihan.

Dalam jangka panjang, kombinasi pola makan yang kurang sehat, berat badan berlebih, dan kurang bergerak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Meski demikian, penyakit ini tidak semata-mata disebabkan oleh gaya hidup karena faktor genetik dan kondisi kesehatan lain juga dapat berpengaruh.

Empat Cara Membantu Mencegah Diabetes pada Remaja

Pencegahan diabetes tipe 2 dapat dimulai melalui perubahan kebiasaan sehari-hari. Keluarga memiliki peran penting dalam membangun pola hidup sehat yang dapat diterapkan secara konsisten.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan.

1. Terapkan pola makan bergizi seimbang

Gunakan panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan sebagai acuan menyusun makanan sehari-hari. Lengkapi menu dengan sayuran, buah, sumber karbohidrat, serta protein seperti ikan, telur, ayam, tahu, dan tempe.

Variasikan pilihan makanan dan sesuaikan porsinya dengan kebutuhan usia serta aktivitas anak. Batasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jika berlebihan.

2. Utamakan air putih

Biasakan anak menjadikan air putih sebagai minuman utama. Kurangi konsumsi soda, teh manis, minuman kemasan berpemanis, dan minuman kekinian yang mengandung gula tambahan.

Langkah ini membantu mengendalikan asupan gula dan kalori harian tanpa harus mengandalkan minuman manis untuk menghilangkan dahaga.

3. Tingkatkan aktivitas fisik setiap hari

Remaja usia sekolah dianjurkan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat rata-rata minimal 60 menit per hari. Kegiatan tersebut dapat berupa jalan cepat, bersepeda, berlari, bermain olahraga, atau aktivitas lain yang sesuai dengan kemampuan anak.

Aktivitas dapat dilakukan secara bertahap dan dikombinasikan dengan kegiatan yang menyenangkan agar lebih mudah menjadi kebiasaan.

4. Kurangi waktu layar dan jaga pola tidur

Batasi waktu yang dihabiskan untuk duduk di depan televisi, komputer, atau ponsel, khususnya ketika tidak diperlukan untuk belajar. Selipkan waktu untuk bergerak di antara kegiatan yang mengharuskan anak duduk dalam waktu lama.

Pastikan pula kebutuhan tidur terpenuhi sesuai usia. Remaja umumnya membutuhkan tidur sekitar 8–10 jam setiap malam, sedangkan anak usia sekolah 6–12 tahun membutuhkan sekitar 9–12 jam.

Tidur cukup, aktivitas fisik rutin, dan pola makan seimbang merupakan bagian dari kebiasaan sehat yang mendukung kesehatan metabolisme.

Deteksi Dini Penting untuk Melindungi Kesehatan Anak

Munculnya diabetes tipe 2 pada usia muda menjadi pengingat bahwa pencegahan penyakit metabolik perlu dimulai sejak dini. Perubahan pola makan, kebiasaan bergerak, dan lingkungan keluarga dapat membantu membentuk perilaku sehat hingga dewasa.

Orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan berat badan anak, tetapi juga mengenali gejala yang tidak biasa dan riwayat kesehatan keluarga. Jika terdapat tanda yang mengarah pada diabetes, pemeriksaan medis menjadi langkah yang tepat.

Dengan membangun kebiasaan makan bergizi, membatasi minuman berpemanis, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjaga tidur, keluarga dapat membantu mengurangi faktor risiko diabetes tipe 2 sekaligus mendukung kesehatan anak dalam jangka panjang.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN