Bayi 28 Hari di Surabaya Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, IDAI Ungkap Risikonya

Ilustrasi. (foto: radartuban/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Seorang bayi berusia 28 hari di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia akibat diberikan telur mentah oleh neneknya. Bayi perempuan tersebut wafat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya pada 11 Oktober 2026, setelah sempat mengalami masa kritis dan dirawat secara intensif.
Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menyampaikan risiko pemberian telur mentah kepada bayi.
"Kami tidak menganjurkan pemberian telur mentah ataupun dalam kondisi setengah matang untuk dikonsumsi bayi dan anak karena adanya risiko keamanan pangan," ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Piprim mengatakan, risiko pemberian telur mentah dapat mengandung bakteri salah satunya Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi saluran cerna bayi.
Dijelaskannya Dokter Spesialis Anak itu, infeksi yang terjadi pada anak setelah mengkonsumsi telur mentah dapat menimbulkan beberapa gejala mulai dari muntah, dehidrasi, diare maupun demam.
"Infeksi yang bisa dialami bayi dapat lebih berbahaya apabila diberikan telur mentah dan berpotensi timbulkan kondisi komplikasi serius untuk kesehatannya," ucapnya.
Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu, mengatakan telur mentah bukanlah makanan tepat untuk bayi, lantaran tidak memberi keuntungan gizi dan hal itu tidak dibenarkan.
"Dalam hal ini pentingnya cara penyajian makanan yang menyesuaikan dengan usia, serta kemampuan anak dalam hal ini bayi untuk mengkonsumsi makanan yang aman maupun teksturnya," katanya.
PREVIOUS ARTICLE
5 Penyebab Kulit Wajah Mengelupas dan Cara Tepat Mengatasinya


























































