Wednesday, October 14, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Diabetes Tipe 2 pada Remaja Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Mistar.idRabu, 14 Oktober 2026 pukul 14.36 WIB
diabetes_tipe_2_pada_remaja_meningkat_kenali_gejala_dan_cara_mencegahnya

Ilustrasi pemeriksaan diabetes tipe 2 (Foto: Istimewa/Mistar)

Jakarta, MISTAR.ID – Diabetes melitus tipe 2 tidak lagi hanya menjadi masalah kesehatan yang identik dengan orang dewasa dan lanjut usia. Kasus penyakit ini juga ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk remaja dan anak usia sekolah menengah pertama (SMP).

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyoroti fenomena tersebut saat memberikan sambutan dalam acara Canisius Health Expo pada Mei 2026. Ia mengungkapkan bahwa diabetes tipe 2 kini mulai ditemukan pada usia yang jauh lebih muda dibandingkan dengan gambaran umum penyakit tersebut selama ini.

Perubahan tren ini menjadi perhatian karena diabetes tipe 2 berkaitan dengan berbagai faktor, mulai dari riwayat keluarga hingga pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari.

Kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula, menyantap makanan cepat saji secara berlebihan, serta kurang melakukan aktivitas fisik menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mengurangi risiko diabetes pada remaja.

Pola Makan dan Gaya Hidup Kurang Aktif Tingkatkan Risiko

Dokter Spesialis Gizi Klinik Igus Ulfa Yaze menjelaskan bahwa pola makan yang kurang sehat dan gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada usia muda.

Dalam keterangannya kepada Kompas.com pada Selasa (13/10/2026), Igus menyoroti kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori yang tidak diimbangi dengan aktivitas fisik memadai.

Asupan kalori berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan penumpukan lemak tubuh. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan resistensi insulin, yaitu keadaan ketika sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara optimal.

Insulin merupakan hormon yang membantu glukosa dari aliran darah masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai sumber energi. Ketika kerja insulin terganggu, pengaturan kadar gula darah menjadi kurang efektif.

Minuman berpemanis, seperti soda, minuman kemasan, dan boba, juga perlu dibatasi. Jenis minuman tersebut dapat menambah asupan gula dan kalori harian tanpa memberikan rasa kenyang yang sebanding dengan makanan padat.

Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman tinggi gula dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko gangguan metabolisme, terutama apabila disertai pola makan tidak seimbang serta kurang gerak.

Selain itu, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat membuat asupan energi, lemak, garam, dan gula sulit dikendalikan. Karena itu, kebiasaan makan sehari-hari perlu menjadi perhatian keluarga sejak anak masih berusia sekolah.

Gejala Diabetes pada Remaja yang Perlu Dikenali

Diabetes tipe 2 dapat berkembang secara bertahap sehingga gejalanya terkadang tidak langsung disadari. Orang tua perlu memperhatikan perubahan kebiasaan dan kondisi fisik anak, terutama jika terdapat faktor risiko seperti berat badan berlebih atau riwayat keluarga dengan diabetes.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN